Mabur.co – Dampak kekeringan serta cuaca panas ekstrem yang terjadi sejak beberapa waktu terakhir benar-benar dirasakan sejumlah petani di Kabupaten Kulon Progo.
Kondisi tersebut diketahui membuat sejumlah petani cabai mengalami penurunan hasil panen hingga mencapai 25 hingga 50 persen lebih, setelah cabai membusuk dan tak bisa dikonsumsi.
Hal ini salah satunya terjadi di wilayah Bulak Bendungan, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Salah seorang petani, Tumiantoro, mengaku mengalami penurunan hasil panen cabai hingga 25 persen sejak beberapa pekan terakhir.
Ia menyebut kondisi kekeringan serta cuaca panas ekstrem menjadi penyebab utama penurunan hasil panen ini.
“Minimnya air serta cuaca yang luar biasa panas sejak beberapa waktu terakhir membuat pertumbuhan tanaman cabai tak bisa optimal. Kita bahkan harus menyiram setiap 2 hari sekali. Kalau tidak bisa mati,” ujarnya, Rabu (14/10/2026).
Diperparah Munculnya Penyakit
Kondisi tersebut diperparah dengan munculnya sejumlah penyakit seperti serangan lalat buah dan kutu kebul. Akibatnya, sebagian buah cabai pun membusuk sebelum memasuki masa panen sehingga terpaksa dibuang.
“Kalau di tempat saya penurunannya sekitar 25 persen,” ujarnya
Hal senada juga disampaikan petani lainnya, Kantun. Akibat musim kemarau yang berkepanjangan, sumber air diketahui menipis sehingga membuat petani harus menyiram sawah secara bergantian.
“Karena sumber air menyusut, kalau menyiram harus gantian. Padahal kalau tidak disiram dua hari saja tanaman langsung layu,” kataya.
Sepertinya halnya Tumiantoro, Kantun mengaku terpaksa merugi akibat kondisi kekeringan serta cuaca panas ekstrem ini. Banyaknya serangan hama penyakit bahkan membuat hasil panennya menurun drastis hingga 50 persen lebih.
“Sudah pertumbuhan tidak maksimal, hama penyakit juga banyak. Sehingga hasil panen turun drastis sampai 50 persen,” keluhnya.
Padahal menurut Kantun, saat ini harga jual cabai sendiri sedang cukup bagus. Yakni mencapai Rp50.000 per kilogram untuk cabai jenis keriting.
Menyikapi kondisi ini para petani hanya bisa berharap agar cuaca segera membaik sehingga tanaman cabai dapat tumbuh optimal dan hasil panen kembali meningkat.
Guna mengantisipasi kekeringan serta serangan hama dan penyakit, petani mengaku harus rutin melakukan penyiraman dengan bantuan pompa air serta melakukan penyemprotan menggunakan obat maupun pestisida.
