Dusun Boro Terima Bantuan Gamelan, Hidupkan Kembali Kesenian Ketoprak 

3 Min Read
Women in matching patterned dresses perform a traditional dance on a lit stage with an ornate wooden sign above.
Pementasan ketoprak di Dusun Boro, Galur, Kulon Progo. (Foto: Istimewa)

Mabur.co – Warga Padukuhan II Boro, Kalurahan Karangsewu, Kapanewon Galur, Kulon Progo, menerima bantuan seperangkat gamelan dari PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI).

Adanya bantuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut diharapkan mampu menghidupkan kembali kegiatan seni tradisional sekaligus menarik minat generasi muda untuk melestarikan budaya Jawa.

Bagi warga, bantuan ini bukan sekadar penambahan sarana kesenian. Perangkat gamelan ini juga diharapkan menjadi penunjang kegiatan karawitan dan seni pertunjukan yang pernah berkembang di tengah masyarakat.

41 Tahun Tak Pernah Pentas

Pengelola Kegiatan Kebudayaan sekaligus Dukuh Boro, Greg Andi Sindana, mengatakan dukungan tersebut sangat penting guna membantu warga menghidupkan kembali tradisi kesenian yang sempat lama tidak aktif termasuk ketoprak. 

“Bantuan ini sangat membantu kami. Lewat dukungan ini, kami bisa menghidupkan kembali tradisi yang dulu pernah hidup di tengah masyarakat. Bahkan untuk ketoprak, ini menjadi tanda pementasan kembali setelah 41 tahun tidak pernah pentas,” kata Andi, Jumat (9/10/2026).

Menurut Andi, Padukuhan Boro pernah menjadi salah satu sentra kesenian pada era 1950-an hingga 1970-an. Saat itu, seni gamelan, karawitan, dan ketoprak menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Namun karena berbagai faktor termasuk minimnya keterlibatan masyarakat, ketoprak di Boro tidak lagi dipentaskan selama 41 tahun.

Kembalinya pementasan tersebut menjadi penanda upaya warga menghidupkan kembali kesenian yang pernah tumbuh di lingkungan mereka.

Dengan dukungan sarana kesenian, warga berharap kegiatan budaya dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Ruang Belajar untuk Generasi Muda

Anak-anak dan remaja juga diharapkan memiliki ruang untuk belajar, berlatih, dan terlibat dalam kesenian tradisional.

Sementara itu Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, mengapresiasi bantuan gamelan dari PT SMI. Menurutnya, Karangsewu memiliki potensi untuk mengembangkan kegiatan seni budaya karena didukung pemerintah kalurahan, karang taruna, dan generasi muda yang aktif.

Agung berharap, bantuan tersebut dapat mendorong anak-anak dan remaja menyalurkan kreativitas melalui kegiatan positif sekaligus menjaga keberlangsungan seni budaya di Kulon Progo, khususnya wilayah Galur.

“Pemuda-pemudinya, pemerintahannya, dan karang tarunanya semua aktif,” ujar Agung.

Sementara itu, perwakilan PT SMI, Ramona Harimurti, mengatakan pihaknya berkomentar untuk turut berperan aktif dalam mendukung pelestarian budaya lokal.

Menurutnya, upaya untuk terus menjaga akar budaya bangsa akan dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. ***

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar