Kiprah Sutan Takdir Alisjahbana Kenalkan Hukum DM dan MD

2 Min Read
Narabahasa logo on a dotted background: a red abstract blob with the stacked text D-M, M-D, M-D-M and a blue looping line around it.
Ilustrasi. Sumber: Narabahasa

Mabur.co – Sastrawan dan akademisi Sutan Takdir Alisjahbana (STA) mempunyai jasa besar di dunia pengayaan bahasa Indonesia.

Menurut sastrawan R. Toto Sugiharto, jasa besar STA tersebut bisa dikulik setidaknya dengan melihat awal pertumbuhan dan perkembangan bahasa Indonesia era 1920-1930-an.

Salah satu gagasan STA dalam teori bahasa Indonesia adalah memperkenalkan istilah hukum DM (Diterangkan – Menerangkan) dan MD (Menerangkan – Diterangkan) dalam tata bahasa (ilmu linguistik) sehingga ilmu bahasa lebih mudah dipahami masyarakat luas.

Suasana bedah buku novel “Owel” karya R. Toto Sugiharto dalam rangkaian Selasa Sastra di Kelingan Garden Cafe. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

“STA juga berjasa dalam pertumbuhan dan perkembangan kesusasteraan Indonesia. Karena, dia juga seorang pengarang produktif, baik prosa maupun puisi. Selain itu, STA juga pernah mengelola majalah Poejangga Baroe dan penerbit Balai Pustaka,” ujar sastrawan R. Toto Sugiharto kepada mabur.co melalui pesan WA, Minggu (28/6/2026).

Toto juga menjelaskan mengenai karya-karya STA yang membuatnya berkesan.

“Menurut saya karya STA yang berkesan adalah novel Layar Terkembang dan juga beberapa puisinya. Di dalam karyanya, tercermin gagasan yang selalu mengajak masyarakat berpikir modern dengan berkiblat ke Barat.

Mungkin karena terlalu menonjolkan gagasannya, beberapa sastrawan, seperti Budi Darma tak jarang mengkritiknya karena karakter tokoh-tokohnya seperti dipaksakan pada gagasan tentang kemodernan,” pungkas Toto. ***

    Share This Article
    Avatar photo
    Pemimpin redaksi mabur.co
    Leave a Comment