Mabur.co – Tanggal 14 Agustus menjadi salah satu tonggak sejarah penting bagi bangsa Indonesia. Tanggal ini merupakan peringatan Hari Pramuka (Praja Muda Karana) Nasional.
Peringatan ini pertama kali dicetuskan dan diperkenalkan secara resmi kepada masyarakat luas pada 14 Agustus 1961. Peristiwa ini ditandai dengan penyerahan Panji Gerakan Pramuka oleh Presiden Soekarno kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX, yang berlangsung di halaman Istana Negara, Jakarta.
Adapun salah satu aktivitas yang sangat populer dalam kegiatan pramuka adalah perkemahan atau bisa juga disebut “Persami” (Perkemahan Sabtu-Minggu) atau Jambore untuk beberapa kalangan tertentu.
Perkemahan Pramuka Pertama
Dilansir dari laman Pramuka Buleleng, Jumat (14/8/2026), kegiatan perkemahan dalam pramuka pertama kali dicetuskan oleh seorang bernama Robert Baden Powell pada tahun 1907. Saat itu ia mengadakan perkemahan bersejarah bersama 22 orang anak muda di Pulau Brownsea, Inggris.
Secara umum, kegiatan perkemahan dalam pramuka adalah laboratorium kehidupan nyata di alam terbuka.
Selain itu, perkemahan juga dapat menjadi sarana mengasah kemandirian, jiwa kepemimpinan, dan juga membangun kedekatan spiritual terhadap alam terbuka, yang menjadi lokasi perkemahan pada umumnya.
Secara umum, inilah beberapa manfaat sesungguhnya dari pelaksanaan kemah atau jambore, yang kerap dilaksanakan setiap sekolah (SD-SMA) di seluruh Indonesia, seperti dikutip dari laman Pramuka Delta.
1. Pembentukan Karakter dan Kemandirian
Lepas dari Zona Nyaman: Dalam menjalani kegiatan perkemahan, setiap siswa diajarkan untuk bisa keluar dari zona nyamannya masing-masing, dan menghadapi kerasnya kehidupan di luar rumah, serta dituntut untuk mampu mengurusi kebutuhannya sehari-hari, tanpa bantuan orang tua atau pun keluarga.
Keterampilan Bertahan Hidup: Selama menjalani perkemahan, setiap siswa diharuskan mampu melakukan berbagai keterampilan hidup (survival), seperti memasak, menyiapkan makanan sendiri, mendirikan tenda, dan mengatasi masalah darurat dengan alat seadanya.
Disiplin Waktu: Perkemahan juga mengajarkan tentang pentingnya disiplin waktu dalam setiap aktivitas yang dijalani. Mulai dari apel pagi hingga malam keakraban, semuanya harus dijalani dengan antusias, dan penuh rasa tanggung jawab.
2. Pembentukan Jiwa Sosial dan Kepemimpinan
Kerjasama Tim: Dalam situasi yang serba terbatas dan penuh tantangan (survival mode), kegiatan perkemahan sangat ampuh untuk menjembatani seluruh kepentingan masing-masing individu di dalamnya. Semua itu dilakukan demi menyelesaikan tugas secara kolektif atau bersama-sama.
Melatih Jiwa Kepemimpinan di Masa-masa Sulit: Kegiatan perkemahan juga memungkinkan siapa saja bertindak sebagai pemimpin dalam berbagai aktivitas. Dengan menjadi pemimpin dalam situasi yang serba sulit dan menantang, tentunya mental seseorang akan lebih mudah terbentuk, dan tidak cengeng jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, dan seterusnya.
Merasakan Empati Nyata di Tengah-tengah Masyarakat: Perkemahan juga memungkinkan setiap siswa untuk lebih berempati terhadap lingkungan di sekitarnya, yang bisa jadi tidak lebih baik dari apa yang dialaminya di rumahnya masing-masing.
Terlebih hal itu juga bisa dirasakan bersama anggota kelompok lainnya, sehingga akan tercipta rasa empati secara kolektif dari seluruh siswa yang terlibat dalam kegiatan perkemahan tersebut.
3. Meningkatkan Kesadaran Lingkungan dan Spiritual
Tafakur Alam: Perkemahan dapat menjadi sarana untuk merenungkan kembali kebesaran Sang Pencipta, melalui keindahan dan ketenangan alam terbuka.
Kecintaan Ekologis: Perkemahan juga sangat efektif untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap kelestarian lingkungan dan bumi. Apalagi lokasi perkemahan seringkali berada di alam terbuka, yang sangat identik dengan kelestarian alam sekitar.
Menjaga Kesehatan Mental: Secara tidak langsung, kegiatan perkemahan juga memungkinkan setiap siswa untuk bisa melepaskan diri dari ketergantungan terhadap ponselnya masing-masing.
Karena umumnya, aktivitas perkemahan tidak memperbolehkan adanya penggunaan gawai atau ponsel sedikit pun, guna menjaga konsentrasi dan kekhusyukan setiap aktivitas yang dijalani, dan seterusnya.
***
Meskipun kegiatan perkemahan juga seringkali diidentikkan dengan aktivitas rekreasi atau bahkan “belajar hidup miskin”, namun pramuka tetaplah sarana yang sangat baik, untuk melatih seni keterampilan hidup dalam situasi sulit (survival mode) kepada setiap siswa, yang bisa menjadi bekal sangat baik di masa depan. (*)
