Merti Dusun Kenduri Ageng Warga Padukuhan Tangkil, Tumbuhkan Kesadaran Pelestarian Tradisi

3 Min Read
Large group of people in traditional clothing seated on mats under a canopy for a ceremony or gathering.
Masyarakat Padukuhan Tangkil, Muntuk, Dlingo, tumpah ruah mengikuti Merti Dusun Kenduri Ageng yang digelar di Lapangan Duta Arena, Tangkil, Muntuk, Selasa (29/9/2026). (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co – Siang yang panas dan angin sepoi-sepoi di pohon mahoni masyarakat Padukuhan Tangkil, Muntuk, Dlingo, tumpah ruah mengikuti Merti Dusun Kenduri Ageng yang digelar di Lapangan Duta Arena, Tangkil, Muntuk, Selasa (29/9/2026).

Dukuh Tangkil, Dhanang Satria Wibawa, menuturkan, merti dusun telah menjadi tradisi turun temurun sebagai wujud syukur atas berkah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa yang hingga kini masih terus dilestarikan. 

“Merti dusun ini sebagai ucapan syukur atas rezeki dan keselamatan yang diberikan oleh Tuhan kepada warga Padukuhan Tangkil,”ujarnya.

Self-portrait of a person in a blue striped shirt and dark headwrap, outdoors with a group of people and flags in the background.
Dukuh Tangkil, Dhanang Satria Wibawa. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Menurut Danang, rangkaian acara merti dusun ada beberapa di antaranya pada hari Sabtu, 26 September, diadakan acara Muqodaman.

Lalu pada hari Minggu, 27 September, diadakan acara Resik Makam Tawu Sendang dan menganyam kerajinan massal.

Kemudian pada hari Selasa, 29 September, diadakan acara Kenduri Ageng dan pada hari Rabu, 30 September, diadakan acara kirab budaya serta pagelaran wayang kulit.

“Saya berharap semoga Padukuhan Tangkil bisa terus menyelenggarakan acara tradisi, merti dusun ini, dan semoga warga kami selalu diberi berkah dalam menjalani kehidupan agar dapat diberi kelancaran dan dilimpahkan rezeki,” ucapnya.

Lestarikan Tradisi Turun Temurun

Ketua Karang Taruna Dusun Tangkil, Rio Ahmad Fauzi, menuturkan pula, acara tradisi yang ada sudah dijalankan secara turun temurun oleh leluhur. Jadi sebagai generasi muda harus terus melestarikan budaya yang sudah ada.

“Saya mengikuti tradisi ini, setiap tahun mengikuti. Saya berharap kami sebagai pemuda, bisa terus ikut melestarikan budaya adiluhung nenek moyang yang sudah diwariskan secara turun temurun,” ucapnya.

Young man taking a selfie outdoors in sunlight, wearing a blue striped shirt and a black headwrap; a yellow wall and trees behind.
Ketua Karang Taruna Dusun Tangkil, Rio Ahmad Fauzi. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Sementara itu, Sesepuh Padukuhan Tangkil, Tukimin, menuturkan, dalam kegiatan merti dusun ini, usai acara masyarakat mendapatkan sarang yang berisi nasi dan lauk pauk.

Setiap Kepala Keluarga( KK) dari warga membuatkan tiga sarang lalu dikumpulkan ke rumah Ketua RT kemudian dibawa ke Lapangan Duta Arena, Tangkil, Muntuk, dibagikan untuk tamu-tamu dari lain dusun.

“Kegiatan ini juga bertujuan menyambung silaturahmi warga dusun,” tegasnya.

Sesepuh Padukuhan Tangkil, Tukimin. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Tukimin menyadari, dengan adanya merti dusun bisa melestarikan budaya Jawa dan mempersatukan lewat rasa maupun lewat lahir. Karena dengan berjumpa seperti ini akan menyambung persaudaraan lagi.

“Kalau tidak ada merti dusun dengan mbah-mbah yang sudah enggak ada atau yang sudah tua itu, sudah tidak saling kenal. Tetapi dengan merti dusun bisa mengingatkan kepada saudara-saudara yang juga jauh, yang dari Jakarta, yang dari Sumatra, dan lainnya, kembali terus nyambung,” ucapnya. ***

TAGGED:
Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
1 Komentar