Mabur.co – Ratusan warga Dusun Tamanan Pabrik menggelar acara merti dusun dengan rangkaian berbagai acara, di antaranya kirab gunungan, tumpengan bumi, doa lintas agama, dan pagelaran seni. Acara tersebut bertempat di bekas Pabrik Gula Randugunting, Tamanan, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, Minggu (21/6/2026).

Kepala Dukuh Tamanan Pabrik, Sugiono mengatakan, kegiatan tersebut atas kehendak masyarakat. Ia mengucapkan terima kasih atas pendampingan dan bantuan dari pihak terkait. Baik RT atau RW dan juga lembaga dusun.
Didukung Lurah Tamanmartani, Gandang Harjono, sehingga ungkapan rasa syukur pun dirasakan semakin lengkap. Teriring juga ucapan terima kasih atas bantuan kegiatan yang berlangsung, di mana per RT mendapatkan subsidi Rp1 juta yang telah dikucurkan untuk kegiatan hari ini.

Menurut Sugiono pula, acara pendampingan warga dalam menggelar merti dusun tersebut membuat dirinya trenyuh atau terharu.
“Pendampingan yang dilakukan Bapak Wahjudi Djaja bersama rekan-rekannya itu yang membuat kami trenyuh karena bisa mengangkat segala sesuatu yang pernah terpendam di daerah ini. Mampu muncul dan berguna untuk masyarakat. Membuat warga gumregah semengkut bangkit untuk mengadakan acara seperti ini,” tutur Sugiono kepada mabur.co.
Sembari ia ucapkan juga terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sleman karena sudah datang. Termasuk juga panewu Kalasan dan semua perangkat aparatur lainnya se-Kalurahan Tamanmartani.
Sementara itu, Sekda Sleman, Abu Bakar mengatakan, khusus untuk warga masyarakat Dusun Tamanan, sangat luar biasa.
Menjaga Hubungan Vertikal dan Horisontal dengan Bumi
Karena di bulan-bulan Suro hampir setiap kampung, setiap dusun di Sleman mengadakan kegiatan merti dusun merti kampung dengan berbagai kegiatan. Ada yang bernuansa seni, seperti wayang, juga pendekatan religi yang luar biasa.
“Artinya warga masyarakat Tamanmartani secara luas selalu menyambung hubungan horisontal dan hubungan vertikal. Antar-manusia dan manusia dengan alam semesta. Acara ini merupakan acara yang mulia karena mensyukuri kekayaan alam yang ada di bumi Tamanan juga.
Tentu saja Pemerintah Kabupaten turut mengapresiasi dengan baik. Hari ini juga ada beberapa acara sejenis khususnya di Murangan, Wedomartani. Kegiatan semacam ini mengajarkan refleksi rasa syukur masyarakat Sleman secara luas. Aspek kegotong-royongannya sangat tinggi, dan juga kekeluargaannya yang luar biasa,” pungkasnya. ***

