Kasus Pencabulan 13 Mahasiswa FISIP hingga FTME, 7 Dosen UPN Veteran Yogyakarta Diperiksa - Mabur.co

Kasus Pencabulan 13 Mahasiswa FISIP hingga FTME, 7 Dosen UPN Veteran Yogyakarta Diperiksa

Mabur.co- Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti dugaan kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus UPN Veteran Yogyakarta. 

Sebelumnya, Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) UPN Veteran Yogyakarta mengungkap sejumlah dosen yang terlibat dalam kasus ini, yakni berasal dari Fakultas Pertanian, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), dan Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME). Kini, sebanyak 7 dosen yang diduga terlibat, dikabarkan sedang menjalani proses penanganan internal sesuai aturan yang berlaku.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UPN ”Veteran” Yogyakarta Hendro Widjanarko mengatakan, sejak awal tidak menoleransi dan tidak akan pernah menoleransi pelecehan ataupun kekerasan seksual di lingkungan kampus UPN ’Veteran’ Yogyakarta.

Dosen Dinonaktifkan Sementara

Saat  ini manajemen UPN Veteran Yogyakarta sedang menangani dugaan kasus kekerasan seksual yang melibatkan sejumlah dosen. Selama proses penanganan itu, beberapa dosen yang diduga terlibat telah dinonaktifkan sementara.

“Selama dinonaktifkan, mereka tidak bisa mengajar, membimbing skripsi mahasiswa, serta melakukan kegiatan pengabdian masyarakat.  Selain itu, penonaktifan juga dilakukan untuk mencegah adanya korban lain. Jika nantinya para dosen itu terbukti melakukan kekerasan seksual, UPN Veteran Yogyakarta siap menjatuhkan sanksi sesuai peraturan yang berlaku,” katanya, saat dikonfirmasi mabur.co, Sabtu (23/5/2026).

Hendro mengatakan, berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan BAP sementara, dugaan kekerasan yang terjadi berupa kekerasan verbal dan telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu.

“Ada pun korban dalam kasus tersebut terdiri dari mahasiswa program sarjana dan satu orang mahasiswa program magister. Sementara korban dari kasus di tahun 2023 kini telah berstatus alumni,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *