Peninggalan Sejarah Indonesia Paling Fenomenal, Arca Prajnaparamita Saksi Kejayaan Kerajaan Singasari

3 Min Read
Arca Prajnaparamita digambarkan sebagai seorang dewi dengan ekspresi wajah yang tenang, mencerminkan kedamaian dan kebijaksanaan. (Foto: Istimewa)

Mabur.co – Di antara peninggalan sejarah Indonesia yang paling mengagumkan, arca Prajnaparamita menempati posisi istimewa.

Dikenal sebagai arca paling sempurna yang pernah ditemukan di Indonesia, patung ini merupakan simbol kebijaksanaan dalam ajaran Buddha sekaligus saksi bisu kejayaan Kerajaan Singasari pada abad ke-13.

Ditemukan dalam kondisi yang hampir sempurna di reruntuhan Cungkup Putri dekat Candi Singasari,  Malang, Jawa Timur.

Tradisi lokal menghubungkan arca ini dengan Ratu Ken Dedes, ratu pertama Singasari, sebagai perwujudan ratu yang dianggap sebagai seorang dewi. 

Pendapat lain menghubungkan arca ini dengan Ratu Gayatri Rajapatni, permaisuri Kertarajasa, raja pertama Majapahit.

Dilansir dari berbagai sumber, Senin (12/10/2026), arca Prajnaparamita digambarkan sebagai seorang dewi dengan ekspresi wajah yang tenang, mencerminkan kedamaian dan kebijaksanaan.

Detail Artistik yang Luar Biasa

Keistimewaannya terletak pada detail artistik yang luar biasa. Teknik pahatannya begitu halus dan proporsional, menunjukkan keterampilan tinggi para seniman masa itu.

Berbeda dengan banyak arca lainnya yang ditemukan dalam kondisi rusak atau tidak utuh, arca Prajnaparamita tetap terjaga dalam kondisi sempurna, tanpa ada bagian yang hilang atau cacat.

Patung ini dipercaya sebagai perwujudan Dewi Prajnaparamita, yang dalam ajaran Buddha melambangkan kesempurnaan kebijaksanaan.

Beberapa ahli sejarah juga menghubungkannya dengan tokoh penting dalam sejarah Nusantara, seperti Ratu Ken Dedes dari Singasari atau Ratu Gayatri Rajapatni dari Majapahit, yang keduanya dikenal sebagai figur berpengaruh dalam perjalanan kerajaan-kerajaan besar di Jawa.

Arca Prajnaparamita pertama kali ditemukan pada 1818 oleh D. Monnereau di kawasan Singosari, Jawa Timur.

Dua tahun kemudian, pada 1820, arca ini dipindahkan ke Belanda dan menjadi bagian dari koleksi Rijksmuseum voor Volkenkunde di Leiden.

Seperti banyak artefak Nusantara lainnya yang dibawa ke Eropa pada masa kolonial, arca ini sempat menjadi bagian dari sejarah yang terpisah dari tanah asalnya.

Kemegahan Pencapaian Karya Seni

Namun, setelah melalui proses panjang, arca Prajnaparamita akhirnya kembali ke Indonesia pada 1978. Kini, patung bersejarah ini disimpan dengan baik di Museum Nasional Jakarta, menjadi salah satu koleksi yang paling berharga dan menarik perhatian para pengunjung, baik dari dalam maupun luar negeri.

Arca Prajnaparamita bukan sekadar patung kuno, melainkan warisan budaya yang mencerminkan kemegahan seni dan spiritualitas zaman kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara.

Keberadaannya menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki tradisi seni dan budaya yang telah berkembang maju sejak berabad-abad lalu. ***

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar