Ini Alasan Masjid Jogokariyan Bagikan Ribuan Takjil Memakai Piring

Mabur.co – Menjelang bulan suci Ramadan, sejumlah masjid di Yogyakarta mulai bersiap untuk menyajikan beragam menu takjil untuk buka puasa bagi jemaah setiap harinya. 

Salah satu masjid yang selalu rutin menyajikan takjil buka puasa gratis bagi jemaah setiap tahunnya adalah masjid Jogokariyan Yogyakarta. 

Di bulan suci Ramadan 1447 H ini, masjid Jogokariyan yang berada di kecamatan Mantrijeron diketahui menyiapkan sebanyak 3.800 porsi takjil gratis setiap harinya.

Hal itu disampaikan pihak takmir masjid Jogokariyan melalui akun Instagram mereka, @masjidjogokariyan.

Seperti tahun sebelumnya, penyiapan 3.800 porsi takjil ini rencanaya akan melibatkan warga sekitar. Yakni dengan cara dimasak secara bergilir oleh ibu-ibu dari 18 RT di sekitar Masjid Jogokariyan. 

Nantinya setiap RT akan mendapat jadwal memasak satu hingga dua kali selama bulan Ramadan untuk mencukupi kebutuhan selama 30 hari.

Tak seperti masjid lainnya yang kerap menyiapkan takjil dengan menggunakan kotak kardus atau plastik makanan, masjid Jogokariyan justru menyiapkan takjil yang seluruhnya berupa makanan berat dengan memakai piring. 

Bahkan penggunaan ribuan piring yang ditata rapi setiap hari selama bulan Ramadan ini sudah menjadi ciri khas masjid Jogokariyan. 

Ternyata ada alasan khusus, kenapa Masjid Jogokariyan, sengaja memilih menggunakan piring dalam penyajian menu takjil. Termasuk juga beragam menu makanan berat yang disiapkan.

Sebagaimana dikutip dari akun instagram resmi masjid Jogokariyan, semua itu dimulai dari pemikiran bahwa tamu masjid adalah tamu Allah. 

“Bagi kami, tamu masjid berarti tamu Allah, maka ketika mereka datang, kita harus memuliakannya sepenuh hati,” begitu bunyi akun Masjid Jogokariyan. 

Dikatakan bahwa penggunaan piring menjadi simbol memuliakan tamu, sesuai dengan tradisi masyarakat Jawa. Sehingga tamu akan lebih merasa dianggap seperti keluarga sendiri. 

Selain itu, penggunaan piring juga dipilih karena dapat menjadi solusi untuk mengurangi volume sampah yang sejak beberapa tahun terakhir selalu menjadi persoalan di kota Yogyakarta.

“Bayangkan kalau pakai kardus setiap hari. Dalam sehari, perkiraan takjil yang harus disiapkan 3.800 porsi, maka sampah kardus yang akan dihasilkan berjumlah 114.000 lebih dalam sebulan Ramadan,” begitu kata akun Instagram Masjid Jogokariyan.

Lebih dari itu, penggunaan piring juga dilakukan agar semakin banyak masyarakat yang bisa terlibat dalam penyediaan menu takjil ini.

Mulai dari donatur, relawan masak, tenaga pengantar, tenaga kebersihan hingga tenaga cuci piring, gelas, dan sebagainya. 

“Dengan begitu, semua orang bisa merasakan berkahnya Ramadan,” katanya. 

Satu hal yang paling penting, penggunaan piring dalam membahi menu buka puasa ini juga dilakukan sebagai upaya mengajak jemaah agar tetap dapat mengikuti ibadah salat Magrib di masjid Jogokariyan. Tidak sekadar mengambil makanan lalu pulang begitu saja. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *