Seniman Jambi Kritik Kebakaran Hutan lewat Karya Visual di Media Sosial

3 Min Read
Line of people in bright red traditional attire walking through a smoky, burned landscape after a forest fire, wearing masks.
Unggahan visual seniman Jambi Ichalago Chaniago (@ichalago)

Mabur.co – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Indonesia mendorong sejumlah seniman menyuarakan keresahan melalui karya-karya mereka.

Setelah sebelumnya muncul seniman asal Palembang Pebri Yansyah, kini giliran seniman asal Jambi, Ichalago Chaniago yang menyuarakannya.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya  @ichalago, dikutip mabur.co, Minggu (11/10/2026), ia nampak membagikan karya visual berupa foto bermuatan kritik terhadap kondisi kabut asap dan kebakaran hutan yang terjadi belakangan ini.

Pakaian Adat Tradisional Jambi

Sejumlah foto nampak memperlihatkan sejumlah penari wanita yang tengah mengenakan pakaian adat tradisional Jambi berwarna merah serta hitam dengan masker di wajah mereka.

Uniknya mereka nampak berfose dengan background kondisi hutan yang hangus terbakar dengan hanya menyisakan abu, batang kayu yang menghitam serta asap di sekelilingnya. 

Karya tersebut langsung viral dan mendapat perhatian karena menggambarkan keresahan warga yang harus menghadapi kabut asap dan memburuknya kualitas udara.

Dalam keterangannya, Ichalago mengungkapkan kesedihan warga Jambi yang setiap hari berhadapan dengan asap.

Mata terasa perih, tenggorokan sakit, sementara anak-anak mengalami kesulitan bernapas. Aktivitas sekolah dan pekerjaan turut terganggu, sehingga kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap perekonomian keluarga.

“Kami bukan meminta kemewahan, kami hanya ingin udara segar. Kami berhak mendapatkan udara bersih, hak yang seharusnya dijamin negara,” tulisnya.

Kabut Asap Bukan Takdir

Ia menegaskan, kabut asap bukan sesuatu yang harus diterima sebagai takdir. Menurutnya, persoalan kebakaran hutan dan lahan perlu ditangani secara serius, termasuk melalui penghentian pembakaran, penegakan hukum, dan pemulihan lahan gambut.

Unggahan tersebut juga memuat harapan agar kondisi udara di Jambi segera membaik. Warga ingin kembali bersekolah, bekerja, bermain, dan berkumpul tanpa harus bergantung pada masker untuk menghadapi asap.

“Semoga asap di Jambi segera hilang, langit kembali biru, udara segar, dan kami bisa beraktivitas normal seperti sedia kala,” tulis Ichalago.

Karya tersebut kemudian mendapat respons dari pengguna media sosial lain. Selain dibagikan oleh akun lainnya, unggahan tersebut juga mendapat berbagai komentar dukungan.

Salah seorang pengguna bahkan nampak meminta izin untuk mengunggah ulang foto itu sebagai bentuk protes terhadap kebakaran hutan dan lahan di Jambi serta Palembang. Warga Kalimantan Timur juga menyampaikan bahwa mereka merasakan persoalan serupa.

Seniman Muda Berbakat asal Jambi

Ichalago Chaniago sendiri merupakan salah satu seniman muda berbakat asal Jambi yang aktif dalam berbagai kegiatan. Selain aktif sebagai penari dan koreografer ia juga aktif dalam dunia pendidikan. 

Beberapa waktu lalu ia juga terlibat dalam pementasan tari dalam acara Temu Karya Taman Budaya (TKTB) se-Indonesia XXV Tahun 2026 yang digelar di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY).

Berperan sebagai stage manager tarian itu juga menampilkan koregrafi yang membawa pesan kritik terhadap kebakaran hutan yang berdampak luas terhadap berbagai kehidupan dan aktivitas makhluk di dalamnya. 

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar