Mabur.co – Di tengah riuh rendah Kustomfest 2026 yang digelar di Jogja Expo Center (JEC), 10-11 Oktober 2026, ada satu motor yang membuat banyak orang berhenti sejenak.
Bukan karena suaranya yang menggema atau cat kilapnya yang menyilaukan. Melainkan bentuknya yang begitu berbeda yakni motor pembawa keranda.
Motor itu tidak hanya sekadar modifikasi. Ia membawa cerita.
Menyuarakan Sesuatu
Keranda yang dipasang di bagian belakang seolah menyuarakan sesuatu yang jarang dibicarakan di dunia kustom: tentang akhir perjalanan, tentang keberanian menampilkan hal yang biasanya dihindari.
Bukan hanya bentuknya yang menarik perhatian. Cara motor itu dipajang juga menyentuh. Cahaya lampu pameran jatuh di permukaan kayunya, menciptakan bayangan yang panjang.
Pengunjung yang lewat seakan diajak merenung sejenak sebelum melanjutkan perjalanan melihat motor-motor lain.

Wendy Purnama, builder dari bengkel WBikeKustom, mencuri perhatian lewat karya custom bike bertajuk Dunia Hanya Sementara.
Pesan Kematian
Memadukan sepeda motor dengan keranda jenazah berselubung kain hijau bertuliskan kaligrafi. Rancangannya memang tak lazim.
“Saya membuat ini ingin mengingatkan bahwa sejauh apa pun manusia mengejar dunia, semua pada akhirnya akan bermuara pada titik yang sama, yakni kematian. Untuk mewujudkannya, memanfaatkan kembali komponen yang tersedia dan menggandeng sejumlah rekan sehingga karya ini tidak hanya menonjolkan bentuk, tetapi juga membawa cerita di baliknya,” ucapnya, Minggu (11/10/2026).
Sementara itu, salah satu pengunjung dari Sleman, Arie, mengaku tidak bisa melewatkan motor tersebut.
“Awalnya kaget, tapi makin lama makin merasa dekat. Seperti ada pesan yang ingin disampaikan tanpa kata,” ucapnya.
Arie mengatakan, di antara ratusan karya yang dipamerkan, motor tersebut menjadi pengingat bahwa kustom kultur bukan hanya soal kecepatan atau gaya.
“Kadang, ia juga tentang keberanian menampilkan sisi gelap kehidupan dengan cara yang artistik,” ucapnya. ***
