Yogyakarta Segera Miliki Destinasi Wisata Unggulan Kereta Gantung, Dua Kilometer di Atas Candi Prambanan - Mabur.co

Yogyakarta Segera Miliki Destinasi Wisata Unggulan Kereta Gantung, Dua Kilometer di Atas Candi Prambanan

Mabur.co – Daerah Istimewa Yogyakarta bakal segera memiliki destinasi unggulan baru berupa wahana kereta gantung sepanjang kurang lebih 2 kilometer di atas perbukitan.

Hal itu setelah Pemerintah Daerah DIY menyetujui rencana tahap awal pembangunan destinasi wisata bertajuk Prambanan Heritage Skyline tersebut. 

Dilansir dari Harian Jogja, Minggu (19/4/2026), proyek senilai Rp200 miliar itu diproyeksikan akan menjadi daya tarik baru yang menghubungkan lanskap perbukitan dengan kawasan cagar budaya di Prambanan. 

Nantinya dengan menaiki wahana kereta gantung itu, pengunjung akan bisa menikmati suasana kota Yogyakarta dari atas ketinggian sembari melihat situs-situs kompleks candi seperti Candi Prambanan, Candi Ratu Boko, hingga Candi Banyunibo.

Dari informasi yang diperoleh, wahana kereta gantung ini direncanakan akan membentang sekitar 2 kilometer dari kawasan Candi Banyunibo Kalurahan Bokoharjo hingga Tebing Breksi di Kalurahan Sambirejo. 

Lokasi ini dipilih karena dinilai berada di wilayah strategis. Selain berada di kawasan wisata unggulan Yogyakarta yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara, wilayah ini ke depan juga akan terkoneksi langsung dengan exit toll Bokoharjo ruas tol Jogja-Solo.

Menjadi satu-satunya di DIY dan Jawa Tengah, wahana kereta gantung ini diharapkan dapat menambah alternatif destinasi wisata favorit baru di Yogyakarta khususnya experience tourism yang semakin diminati.

Dengan memadukan teknologi dan keindahan alam, pengunjung nantinya dapat menikmati sudut pandang baru kawasan Prambanan yang selama ini dikenal sebagai destinasi budaya.

Selain menjadi magnet wisata baru, proyek ini juga diharapkan dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sleman serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. 

Kepala DPMPTSP Sleman, Triana Wahyuningsih, menyebut pengembangan ini tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan sosial. 

“Pengembangan kawasan ini tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan,”ujarnya.

Sebelum mulai dikerjakan Pemkab Sleman sendiri mengaku akan memastikan proyek dijalankan melalui serangkaian kajian mendalam, mulai dari analisis dampak lingkungan, kesesuaian tata ruang, hingga dampak sosial budaya. 

Langkah ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian kawasan cagar budaya.

Sementara itu di tingkat lokal, keterlibatan warga juga akan menjadi perhatian utama dalam pengembangan destinasi wisata ini.

Lurah Bokoharjo, Dody Heriyanto, mendorong agar pihak-pihak terkait dapat memprioritaskan masyarakat setempat dalam proses pembangunan maupun operasional nantinya.  

Menurutnya, kehadiran kereta gantung tidak hanya menghadirkan pengalaman wisata baru, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi warga di sekitar kawasan.

Jika terealisasi, Prambanan Heritage Skyline berpotensi menjadi ikon baru pariwisata DIY sekaligus memperkuat posisi kawasan Prambanan dalam koridor strategis Borobudur–Yogyakarta–Prambanan sebagai destinasi unggulan nasional hingga internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *