Dunia Konservasi Internasional Berduka, Biruté Mary Galdikas Meninggal di Amerika Serikat - Mabur.co

Dunia Konservasi Internasional Berduka, Biruté Mary Galdikas Meninggal di Amerika Serikat

Mabur.co-  Dunia konservasi internasional kembali berduka. Sosok ilmuwan sekaligus pejuang lingkungan yang dikenal sebagai “Ibu Orangutan”, Biruté Mary Galdikas, dikabarkan meninggal dunia, di Los Angeles, Amerika Serikat.

Melansir Instagram @pandemictalks, Kamis  (26/3/2026), kabar duka tersebut menyebutkan bahwa ia wafat pada Selasa, 24 Maret 2026 di sebuah rumah sakit di Los Angeles. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi komunitas ilmiah global, tetapi juga bagi Indonesia yang menjadi ladang pengabdiannya selama puluhan tahun.

Semasa hidupnya, Galdikas dikenal sebagai salah satu primatolog terkemuka dunia yang mendedikasikan lebih dari lima dekade hidupnya untuk penelitian dan pelestarian orangutan, khususnya di Kalimantan.

Dilansir dari Jawa Pos, kiprahnya selama puluhan tahun telah memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian habitat satwa endemik tersebut sekaligus mengangkat nama daerah di kancah internasional. Lahir di Wiesbaden, Jerman, pada 10 Mei 1946, Galdikas kemudian dikenal sebagai bagian dari trio ilmuwan perempuan legendaris “Trimates”, bersama Jane Goodall dan Dian Fossey.

Berkat dedikasinya, wanita ini pernah mendapatkan penghargaan kalpataru dari Pemerintah Indonesia untuk usahanya di bidang pelestarian alam. Berangkat dari penelitiannyalah, banyak ilmuwan lebih banyak mengenal mengenai spesies orangutan.

Galdikas terus menghasilkan banyak kontribusi yang tak ternilai bagi pemahaman ilmiah tentang keanekaragaman hayati Indonesia secara keseluruhan, sekaligus membawa orangutan ke perhatian seluruh dunia.

Kehadirannya di Kalimantan sejak usia 25 tahun, untuk memulai studi lapangan tentang orangutan di lingkungan hutan yang sangat tidak ramah bagi kebanyakan orang dari negara barat. Saat tiba di Kalimantan, Galdikas tinggal dalam kemah primitif yang sangat sederhana dan menamakan tempat tinggalnya sebagai “Kemah Leakey”, dekat dengan Laut Jawa. Saat berada di sana ia menemukan berbagai serangga pemakan daging dan lintah penghisap darah.

Di Indonesia, khususnya Kalimantan Tengah, sosok Galdikas sangat dihormati. Dedikasinya menjadikan wilayah tersebut dikenal dunia sebagai pusat konservasi orangutan.

Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan pegiat lingkungan. Banyak yang menilai kepergian Galdikas sebagai kehilangan besar bagi upaya pelestarian satwa liar dan hutan tropis. Kabar wafatnya “Ibu Orangutan” juga ramai diperbincangkan di media sosial.

Banyak netizen menyampaikan rasa kehilangan sekaligus mengenang jasa besar Galdikas.

Salah satu netizen menulis, “Dunia kehilangan penjaga hutan sejati. Terima kasih sudah menjaga orangutan Indonesia selama ini.”

Kepergian Biruté Mary Galdikas bukan hanya kehilangan seorang ilmuwan, tetapi juga simbol perjuangan panjang dalam menjaga keseimbangan alam. Warisan pemikirannya, penelitian, serta aksi nyata dalam pelestarian lingkungan akan terus menjadi inspirasi bagi generasi mendatang untuk menjaga bumi—terutama hutan tropis dan satwa yang hidup di dalamnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *