Balas AS, Iran Serang dan Sita 2 Kapal Kargo di Selat Hormuz - Mabur.co

Balas AS, Iran Serang dan Sita 2 Kapal Kargo di Selat Hormuz 

Mabur.co – Eskalasi ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah angkatan laut Iran dilaporkan menyita dua kapal kargo di Selat Hormuz.

Insiden ini terjadi di tengah laporan adanya serangan terhadap tiga kapal oleh pasukan Iran di salah satu selat terpenting di dunia itu. 

Nour News, media yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melepaskan tembakan ke kapal pertama bernama Epaminodes setelah kapal tersebut disebut mengabaikan peringatan dari otoritas militer Iran. 

Kapal kedua, Euphoria, juga dilaporkan dihentikan setelah ditembak, sementara kapal ketiga, MSC Francesca, menjadi target berikutnya dalam rangkaian insiden tersebut.

Kantor berita Fars yang dekat dengan IRGC juga membenarkan bahwa pasukan Garda Revolusi berada di balik operasi ini. 

Dalam pernyataan resminya, Komando Angkatan Laut IRGC menyebut, penyitaan dua kapal yakni Epaminodes dan MSC Francesca  dilakukan karena dianggap telah “membahayakan keamanan maritim” dengan beroperasi tanpa izin dan merusak sistem navigasi mereka.

“Iran menganggap gangguan terhadap ketertiban dan keamanan di Selat Hormuz sebagai garis merah,” demikian pernyataan tersebut sebagaimana dikutip BBC, Kamis (23/4/2026).

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Yunani, Giorgos Gerapetritis, mengaku belum dapat memastikan apakah Epaminodes kapal mereka, benar-benar telah disita oleh Iran.

Ia hanya mengonfirmasi adanya serangan terhadap kapal kargo Yunani.

Data maritim menunjukkan bahwa kapal-kapal tersebut merupakan bagian dari konvoi yang lebih besar milik perusahaan pelayaran global MSC yang telah berada di Teluk Persia sejak sebelum konflik memanas. 

Beberapa kapal lain dalam konvoi dilaporkan berhasil melintasi selat, meskipun sempat mematikan transponder pelacakan mereka selama perjalanan.

Insiden penyitaan ini sendiri diketahui  terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran selama dua minggu.

Langkah tersebut diambil untuk memberi waktu bagi proses negosiasi yang sedang berlangsung, dengan mediasi dari Pakistan.

Trump juga menegaskan bahwa blokade terhadap pelabuhan Iran tetap akan dilanjutkan, dan menyebut ekonomi Iran tengah mengalami tekanan berat akibat pembatasan tersebut. 

Namun, dari pihak Iran, muncul kecurigaan bahwa perpanjangan gencatan senjata hanyalah taktik untuk menunda serangan.

Mahdi Mohammadi, penasihat ketua parlemen Iran, menyatakan bahwa kebijakan AS tidak berbeda dengan “pemboman” dan harus direspons secara militer.

Pernyataan tersebut mencerminkan meningkatnya ketegangan politik di tengah situasi keamanan yang memburuk.

Menurut laporan dari BBC Verify, kapal Epaminondas mengalami kerusakan signifikan pada bagian jembatan setelah ditembaki. Sementara itu, MSC Francesca dilaporkan mengalami kerusakan pada lambung dan area akomodasi setelah diperintahkan untuk berhenti oleh kapal IRGC.

Sebelumnya AS sendiri dilaporkan juga mencegat dan menyita kapal kargo berbendera Iran untuk pertama kalinya dalam konflik tersebut pada hari Minggu sebagai bagian dari blokade.

Video yang dibagikan oleh Centcom menunjukkan kapal tersebut diberi peringatan sebelum marinir turun menggunakan tali ke kapal. 

Teheran menganggap tindakan itu sebagai “tindakan pembajakan” dan pelanggaran terhadap gencatan senjata yang rapuh antara kedua negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *