Kisah Vanessa Horabuena, Pelukis Wajah Yesus, dan Bunuh Diri yang Gagal

Mabur.co – Awal tahun 2026 ini, dunia dikejutkan dengan lukisan wajah Yesus karya perupa Vanessa Horabuena, yang menarik perhatian Presiden Amerika Serikat Donald Trump hingga berhasil dilelang seharga USD 2,75 juta, atau sama dengan Rp 45,9 miliar.

Lukisan ini sendiri dibuat secara langsung melalui performance art di atas panggung klub Mar-a-Lago, Florida, klub malam milik Donald Trump, pada acara malam tahun baru, Rabu (31/12/2025) waktu setempat. Ajaibnya, lukisan sedetail ini langsung selesai hanya dalam waktu 10 menit saja.

Vanessa sendiri mengungkapkan rasa syukurnya karena mendapat sambutan yang luar biasa dari para tamu penting yang hadir dalam acara malam tahun baru tersebut. Apalagi karya lukisnya ternyata juga mampu memberikan dampak positif bagi banyak orang.

Perjalanan Vanessa Horabuena sebagai Pelukis

Apa yang telah dicapai oleh Vanessa Horabuena sampai di titik ini jelaslah tidak mudah. Banyak tantangan yang harus dihadapi untuk bisa benar-benar mewujudkan impiannya menjadi seorang pelukis.

Berdasarkan keterangan di website pribadinya, Vanessa Horabuena lahir di negara bagian Arizona (Arizona State), pada 31 Maret 1985. Sejak kecil ia sudah diperkenalkan tentang dunia melukis oleh kakaknya. Ia tercatat pernah melukis Lion King, Bugs Bunny, pohon, Anjing, serta orang-orang yang ditemuinya. Vanessa selalu melukis apapun yang ia lihat di depan mata. Hal itulah yang kemudian disukainya, terus ditekuni secara serius hingga dewasa.

Ketika berumur 15 tahun, Vanessa pernah berusaha untuk bunuh diri beberapa kali, setelah mengalami kesedihan dan depresi berat akibat kedua orang tuanya yang berpisah lalu bercerai, sehingga Vanessa seperti tidak lagi menemukan arti hidup pada saat itu.

Perjalanan spiritualnya kepada Tuhan turut membawanya mengekspresikan keberadaan Tuhan lebih jauh. Ia merasa Tuhan telah membimbingnya untuk dapat membantu banyak orang melalui lukisan yang dibuatnya.

Namun ia kembali mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya, sehingga harus rehat dari melukis selama delapan tahun. Di situlah ia menemui Dr. Allan McCray, seorang pastor senior di gereja dekat kediamannya di Phoenix, Arizona.

Pertemuan itu membuat Vanessa mulai menemukan kembali gairahnya dalam melukis, karena jiwanya menjadi lebih tenang, dan sanggup menerima segala kesulitan yang dihadapi.

Kehadiran Dr. Allan McCray benar-benar mengubah jalan hidup Vanessa menjadi seperti yang kita kenal saat ini. Vanessa diberitahu oleh Dr. McCray bahwa ia harus selalu melibatkan Tuhan dalam setiap karya lukisan yang dibuatnya, agar lukisan tersebut memiliki jiwa atau “nyawa” yang mampu membuat semua orang terpukau melihatnya.

Menemukan Jati Diri sebagai Pelukis Kristiani

Lukisan Yesus karya Vanessa Horabuena foto Instagram vanessahorabuena

Vanessa telah beberapa kali mempelajari speed painting (melukis kilat) dari beberapa pelukis speed painting lainnya yang telah ia kenal sebelumnya. Namun ia sempat ragu untuk ikut melakukan speed painting, karena takut dengan reaksi orang-orang gereja yang kemungkinan tidak nyaman dengan aksinya.

Seperti biasa, Vanessa selalu meminta izin Tuhan sebelum benar-benar terjun melakukan sesuatu. Lalu Tuhan menjawab bahwa ia tidak usah terlalu memikirkan apa yang dipikirkan oleh orang lain. Lakukanlah yang terbaik selagi masih bisa dilakukan.

Speed painting pertama Vanessa dilakukan dalam acara Friday Art Walk yang berlangsung di kota Phoenix. Di sana orang-orang ternyata cukup antusias melihat bagaimana Vanessa melukis. Meskipun masih grogi, setidaknya lukisan tersebut dapat diselesaikan dengan baik, dan ia sudah merasa puas dengan hasil lukisannya, sekalipun belum 100%.

Perlahan-lahan ia mulai menemukan kedamaian dalam melukis, setelah benar-benar melibatkan Tuhan dalam lukisannya. Apapun lukisan yang dibuat, dalam acara apapun, ia selalu merasa Tuhan ada di sampingnya. Sehingga hal itu membuat lukisannya semakin powerful dan meaningful bagi siapapun yang melihatnya, termasuk Presiden Donald Trump di malam tahun baru.

Berbagai peristiwa yang dialami Vanessa Horabuena menjadi pembelajaran penting, bahwa Tuhan benar-benar selalu ada bagi seluruh umat-Nya, sehingga kita sebagai manusia hendaknya selalu berusaha untuk mentaati segala perintah-Nya, karena berkat yang diberikan akan selalu melebihi apa yang diekspektasikan oleh manusia. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *