Mabur.co – Beberapa hari lagi, masyarakat etnis Tionghoa di Indonesia akan merayakan salah satu hari besar, yakni perayaan tahun baru Imlek, yang akan memasuki tahun 2577 (Kongzili) menurut sistem penanggalan Lunar. Tahun baru Imlek sendiri akan jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026.
Adapun shio untuk tahun Imlek tersebut adalah Kuda Api. Simbol ini berasal dari perpaduan shio Kuda dan elemen Api, yang dipercaya membawa energi positif kepada seluruh umat manusia. Dilansir dari detikcom, berdasarkan tradisi Tionghoa, shio Kuda identik dengan lambang kebebasan, keaktifan, dan semangat yang tinggi. Sementara elemen Api melambangkan sifat antusias, kreatif, dan penuh gairah, meskipun juga kerap merasa jenuh. Kombinasi Kuda dan Api dipercaya akan membentuk pribadi yang optimistis, kreatif, berani mengambil inisiatif, dan tidak takut membuat kesalahan.
Di sisi lain, setiap bayi yang lahir pada shio Kuda Api ini diharapkan akan memiliki karakter yang tangguh, cerdas, dan mampu membaca setiap situasi dengan baik. Itulah mengapa shio Kuda dianggap sebagai salah satu simbol keberuntungan serta kebijaksanaan yang cukup penting dalam tradisi etnis Tionghoa.
Hanya Pergantian Waktu Biasa
Sama halnya dengan perayaan tahun baru masehi, tahun baru Imlek juga sejatinya hanyalah pergantian tanggal, bulan, hari, jam, menit, dan detik biasa. Tidak ada sesuatu yang spesial di dalamnya.
Meskipun adanya shio dengan segala macam makna yang terkandung di dalamnya, Imlek tetaplah bagian dari pergantian waktu biasa. Shio yang sering disebutkan hanyalah sebuah simbol dari penandaan tahun tertentu, yang berasal dari tradisi astrologi Tiongkok dalam kalender Lunar, dan sudah ada sejak ribuan tahun sebelum masehi.
Lagi pula dalam praktiknya, setiap manusia entah itu dari etnis Tionghoa atau etnis mana pun itu, tetap memiliki tantangan hidupnya masing-masing, itu tidak menunggu momen pergantian tahun dan sebagainya.
Selain itu, pemaknaan shio yang berbeda setiap tahunnya, tidak selalu menjamin bahwa hidup kita akan selalu berjalan searah dengan shio yang sedang berlaku di tahun tersebut.
Karena lagi-lagi, shio dan segala pemaknaannya hanyalah sebuah simbol dari suatu angka tahun tertentu, dan belum tentu selaras dengan permasalahan hidup yang sedang dialami manusia, baik itu etnis Tionghoa maupun yang lainnya.
Tapi tidak ada salahnya, jika setiap pengharapan dari shio itu diaminkan saja, siapa tahu akan benar-benar menjadi rezeki kita semua.
Namun yang pasti, tidak usah berharap terlalu banyak pada shio atau simbol-simbol tersebut, karena kita sendirilah yang paling berperan dalam mengubah nasib hidup kita sendiri. Karena shio bukanlah sim salabim yang membuat hidup Anda jadi sejahtera secara otomatis. (*)



