Mengapa Grup Medsos Seringkali Berisi Informasi Tidak Penting?

Mabur.co – Setiap dari Anda pasti sudah memiliki akun media sosial, dan di setiap akun media sosial yang Anda miliki, hampir dipastikan Anda tergabung dalam beberapa grup, baik itu grup keluarga, komunitas, alumni sekolah/kuliah, hingga grup kantor atau sesama rekan kerja, dan seterusnya.

Lalu jika Anda perhatikan dengan lebih teliti, dari masing-masing grup yang Anda ikuti, hampir pasti kebanyakan dari mereka mengirimkan sesuatu yang tidak penting, tidak sesuai deskripsi grup, bahkan tidak sesuai dengan tujuan awal pembuatan grup, hingga yang bersifat spam atau jualan.

Warna-warni grup media sosial semacam itu kerap menghiasi hari-hari kita di dunia maya. Namun tanpa disadari, memori ponsel mulai terasa penuh, ponsel mulai terasa berat dan lambat, namun pesan-pesan tidak penting itu tetap saja muncul di beranda notifikasi Anda.

Sebenarnya tidak semua pesan di grup-grup itu bersifat tidak penting. Tetap ada informasi penting yang dikirim oleh para penghuni grup lainnya.

Hanya saja keberadaannya langsung tenggelam oleh chat-chat tidak penting yang lebih banyak hadir di ruang-ruang maya.

Pesan-pesan itu biasanya terdiri dari obrolan santai, berbagai gambar meme atau video lucu untuk mengatasi kebosanan, sharing berita-berita terkini, hingga ucapan ulang tahun dan semacamnya, yang biasanya hanya diucapkan untuk individu tertentu, tapi justru diucapkan secara massal di grup.

Anehnya ucapan-ucapan seperti itu langsung latah ditiru oleh anggota-anggota lain di grup tersebut.

Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah, mengapa nyaris setiap grup di media sosial selalu seperti itu?

Apakah grup di media sosial tidak bisa 100% serius layaknya pertemuan secara offline?

Dilansir dari laman theconversation, hal ini cukup lumrah terjadi dalam kehidupan sosial masyarakat, apalagi di Indonesia.

Orang Indonesia kerap menjadikan grup di media sosial sebagai sarana untuk berbagi sesuatu yang unik dan lucu, mengatasi kebosanan atau kesepian, dan seterusnya.

Keberadaan grup ini pun sejatinya tidak untuk benar-benar berdiskusi secara mendalam, apalagi yang sifatnya berat dan butuh pemikiran yang kompleks.

Berikut adalah penjelasan singkat mengapa grup-grup di media sosial tidak didesain untuk obrolan secara serius, melainkan untuk obrolan yang sifatnya ringan, bahkan cenderung “sampah” (tidak penting untuk dibaca), dan seterusnya.

Fungsi Sosial

Banyak grup di media sosial digunakan sebagai “silaturrahmi online” serta menjaga hubungan sosial antar sesama anggota. Sehingga penerapannya sama sekali tidak bermaksud untuk membahas sesuatu yang serius atau butuh pemikiran panjang.

Kecanduan dan Kebosanan

Banyak anggota grup yang membagikan konten tanpa perlu berpikir panjang, yang dianggap sebagai pengusir rasa bosan atau bagian dari kebebasan berekspresi. Namun sayangnya hal itu kerap memicu penyebaran informasi yang dangkal dan tidak berguna.

Perbedaan Tujuan dan Latar Belakang Anggota Grup

Tidak semua anggota grup memiliki kepentingan yang sama ketika memutuskan bergabung dalam sebuah grup. Akibatnya topik yang dianggap penting oleh sebagian orang, bisa jadi akan dianggap sepele atau biasa saja oleh anggota lain.

Terlalu Banyak Informasi Berlebihan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa tidak semua pesan di dalam grup itu bersifat “sampah”. atau tidak penting. Masih banyak informasi penting yang disajikan oleh orang-orang tertentu. Sayangnya karena pesan-pesan “sampah” itu terlalu dominan, akibatnya pesan-pesan penting tadi jadi tenggelam, dan tidak sempat terbaca oleh anggota-anggota yang lain. Sehingga kesan negatif akan selalu muncul dari keberadaan grup tersebut.

Komunikasi Secara Informal

Grup-grup media sosial seperti WhatsApp, Facebook, dan sejenisnya seringkali memang tidak difungsikan untuk urusan pekerjaan atau hal-hal serius lainnya. Namun lebih sebagai ruang interaksi santai antar anggota, untuk melepas penat setelah seharian beraktivitas. Sayangnya interaksi yang tercipta justru “terlalu santai”, hingga mengakibatkan tujuan utama dari pembentukan grup itu sudah melenceng jauh.

***

Bergabung di suatu grup media sosial memang tidak ada salahnya. Karena itu merupakan hak setiap individu. Namun apabila grup itu cenderung toxic, terlalu banyak informasi yang tidak sesuai dengan deskripsi dan tujuan grup tersebut dibuat, hingga membuat ponsel Anda melemah karena terlalu banyak notif dan gambar yang masuk setiap harinya, artinya Anda harus segera melakukan sesuatu.

Jika grup itu memang hanya berisi hiburan yang tidak terlalu bermanfaat, sebaiknya dihindari, atau pergi (leave group) jika memang sudah tidak nyaman bagi diri Anda. Apalagi jika orang-orang di grup tersebut tidak Anda kenali.

Kalau sudah begini, mungkin ada saatnya untuk benar-benar break dari media sosial (terutama dari overload informasi yang kurang bermanfaat). Daripada bikin capek sendiri, ujung-ujungnya Anda tetap akan rugi, sementara konten “sampah” akan tetap jalan setiap hari, tak peduli Anda sedang ada masalah atau tidak. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *