Rumitnya Kasus Hogi Minaya, Masihkah Percaya Polisi?

Mabur.co – Citra institusi kepolisian kembali diuji, kali ini terkait kasus Hogi Minaya, seorang pria di Sleman yang berusaha menolong istrinya dari oknum penjambret. Sialnya, dua orang oknum penjambret tewas akibat tertabrak oleh Hogi selama masa pengejaran.

Kasus ini pun ditangani oleh Polresta Sleman dan juga Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman. Hasilnya Hogi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus ini. Meskipun sejatinya ia hendak membela istrinya yang sedang dijambret.

Kasus ini pun berbuntut panjang, bahkan sampai dibahas dalam rapat Komisi III DPR RI di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Dalam rapat tersebut, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, meminta agar penanganan kasus ini segera dihentikan demi tegaknya keadilan.

Pasalnya kasus semacam ini dapat menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Polri dan Kejaksaan, yang merupakan mitra kerja Komisi III DPR RI.

Saking hebohnya, media sosial pun ikut bersuara mengenai apa yang terjadi. Banyak netizen yang menyayangkan bagaimana pihak kepolisian ikut “latah” terhadap kasus semacam ini, tanpa benar-benar mempelajari bagaimana kronologi yang sebenarnya.

Meskipun belakangan kasus ini mulai menemui titik terang, di mana pihak Kepolisian Sleman telah merilis pernyataan restorative justice sekaligus meminta maaf secara resmi, baik kepada tersangka serta ke publik, namun sikap yang ditunjukkan atas kasus ini tetap menjadi sorotan berbagai kalangan.

Tebang Pilih Kasus

Kinerja polisi kerapkali menjadi perbincangan serius di ranah publik. Banyak polisi yang lebih mementingkan kasus yang “bernilai besar” atau berpotensi viral, ketimbang kasus-kasus kecil yang lebih layak jadi perhatian.

Bahkan, masih ada saja “oknum polisi” yang “bermain-main” dengan masyarakat, misalnya dengan sengaja mencari-cari kesalahan saat berkendara, dan lain-lain.

Apa yang terjadi dalam kasus Hogi Minaya menjadi cerminan penting, bahwa polisi masih harus terus berbenah diri, dan tidak latah terhadap setiap laporan yang masuk.

Mereka seharusnya bisa mempelajari terlebih dahulu, bagaimana kronologi setiap kasus yang ada, dan dapat menanganinya dengan cara yang tepat dan terstruktur, agar tidak menimbulkan persepsi negatif di kalangan masyarakat.

Jika masyarakat sampai hari ini masih belum bisa mempercayai kinerja pihak kepolisian, itu artinya ada sistem yang harus diperbaiki oleh jajaran kepolisian secara internal dan menyeluruh, agar ke depannya tidak terjadi lagi kasus seperti yang dialami oleh Hogi Minaya.

Karena dengan demikian, melibatkan polisi sepertinya tidak bisa lagi dianggap sebagai “pihak keamanan”, melainkan justru berubah menjadi “pihak yang membahayakan”. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *