Harga Emas Meroket, Harga Kambing Semakin Anjlok?

Mabur.co – Sejak beberapa waktu terakhir,  harga emas terus mengalami lonjakan secara fantastis. Peningkatan harga emas secara signifikan ini, terjadi karena emas masih dipandang sebagai salah satu aset paling aman untuk saat ini. 

Per Kamis, 29 Januari 2026 hari ini, harga emas dunia bahkan kembali mencetak level tertinggi. Dikutip dari laman World Gold Council, hingga pembaruan terakhir pukul 06.44 GMT atau 13.44 WIB, harga emas tercatat berada di posisi US$5.583,88 per troy ounce.

Jika dikonversi menggunakan kurs hari ini (29/1/2026) yaitu Rp16.761,85 per dolar AS, maka harga emas dunia setara dengan sekitar Rp 93,6 juta per troy ounce.

Angka ini menegaskan lonjakan signifikan harga emas global sepanjang pekan ini, di tengah meningkatnya minat investor terhadap aset aman seperti emas.

Di Indonesia sendiri, harga emas Antam per Kamis, 29 Januari 2026 juga kembali meroket naik. Harga emas Antam hari ini ukuran 1 gram, tercatat naik dan dibanderol seharga Rp 3.168.000.

Sementara itu, harga emas Antam ukuran paling kecil yaitu 0,5 gram juga naik dan dihargai senilai Rp 1.634.000.

Kenaikan harga emas sendiri tercatat melonjak drastis selama kurang lebih setahun terakhir. 

Berdasarkan data statistik Antam, selama periode April hingga September 2025 harga emas tercatat masih berada di kisaran 2 juta per gram. Bahkan pada Juli 2020 silam harga emas Antam masih berada di kisaran 1 juta per gram.

Uniknya jika dikaitkan dengan ungkapan yang menyebut bahwa harga emas akan selalu sama dengan harga kambing atau domba, mungkin saat ini hal itu sudah tidak relevan lagi. Pasalnya saat harga emas terus mengalami kenaikan, harga kambing maupun domba saat ini justru terus mengalami penurunan. 

Ungkapan terkait kesamaan harga emas dan kambing atau domba sendiri, dipercaya oleh sebagian masyarakat muslim mengacu pada hadis Nabi Muhammad SAW.

Di mana saat itu, di zaman Rasulullah, sekitar 1600 tahun silam, 1 ekor kambing atau domba kurban, bisa dibeli dengan 1 dinar emas. 1 dinar emas diyakini setara 4,25 gram emas. 

Namun jika diterapkan di era saat ini, dengan nilai 1 gram emas setara sekitar Rp3 juta rupiah. Maka 1 dinar emas berarti bernilai sekitar Rp12 juta lebih.

Sehingga jelas, nilai 1 dinar emas tak lagi setara dengan nilai 1 ekor kambing atau domba. Bisa dibilang nilai kambing atau domba telah terdevaluasi terhadap nilai emas. 

Sebagai perbandingan, harga domba atau kambing jantan berukuran besar sendiri, saat ini berkisar di angka Rp 3-4 juta rupiah.

Harga domba ini terus mengalami penurunan sejak kurun waktu 1 tahun terahir. Penurunan harga domba ini rata-rata berkisar antara 50 hingga 60 persen lebih. 

Salah seorang peternak domba asal Kulon Progo, Heri Prayitno, bahkan mengaku harus merugi akibat adanya penurunan harga domba ini.

Harga domba dewasa yang biasanya laku dijual sampai Rp4 juta kini hanya laku terjual sekitar Rp2,5 sampai 3 juta per ekornya.

Jka dihitung dengan nilai domba dan emas saat ini, maka 1 dinar emas di masa Rasulullah bisa dikatakan setara dengan nilai 3 ekor kambing atau domba di hari ini.

Jika ada ungkapan yang menyebut bahwa harga emas akan selalu sama dengan harga kambing atau domba, maka ada kemungkinan harga emas akan merosot drastis. Atau justru harga kambing dan domba yang akan meningkat sampai 3 kali lipat seperti harga emas saat ini?

Wallahualam Bishawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *