Pejabat Desa Kerajaan Jawa Kuno - Mabur.co

Pejabat Desa Kerajaan Jawa Kuno

Prasasti-prasasti memberikan kita gambaran tentang adanya pejabat-pejabat desa pada masa kerajaan Hindhu/Buddha di Jawa, yang jika dijumlahkan kira-kira lebih dari tiga puluh nama jabatan.

Tetapi di antara semua nama jabatan itu hanya sepuluh nama yang sering disebut di dalam berbagai prasasti.

Istilah untuk pejabat desa ialah Rama, yang secara harfiah ialah ayah yang terhormat. Sepuluh nama jabatan itu antara lain Gusti, tuha kalang, winkas, tuha Banua, parujar, hulair, waruga, tuha alas, tuha wereh dan hulu waras. Arti istilah Gusti hingga kini belum jelas.

Kalang/tuha kalang sering dihubungkan dengan orang yang mengerjakan kayu dari hutan, tetapi ada juga kemungkinan bahwa kalang atau kalangan ada hubungannya dengan lingkaran, yaitu suatu tempat untuk menyabung binatang (ayam, kambing, babi hutan). Atau adu ketangkasan para warga desa atau untuk upacara tertentu.

Istilah winkas berasal dari kata wekas yang dapat berarti akhir, tujuan atau pesan. Tetapi apa tugas seorang winkas belum diketahui secara pasti.

Sesuai dengan arti katanya Tuha Banua ialah orang yang dianggap sebagai sesepuh desa, tetapi ia bukan kepala desa, karena dalam satu desa sering dijumpai lebih dari seorang tuha banua.

Jabatan parujar sudah kita jumpai sejak di pusat kerajaan sebagai pembantu dari para pejabat tinggi kerajaan, juga di daerah watak sering kita menjumpai parujar sebagai pembantu para penguasa daerah (Rakai dan pangkat). Rupanya jabatan parujar atau juru bicara sangatlah penting di tiap kesatuan wilayah.

Istilah hulair ialah kontraksi dari hulu dan air artinya jabatan yang mengurusi masalah pengairan sawah-sawah di desa.

Sedangkan wariga semacam kitab primbon untuk mengetahui hari baik dan bulan baik, termasuk juga hari-hari yang kurang baik bagi permulaan suatu pekerjaan.

Dalam hal ini jabatan wariga ialah orang yang memahami kitab primbon itu.

Tuha alas ialah orang yang ditugaskan mengurusi hasil perburuan di hutan, dan mungkin juga mengurusi hasil hutan yang lain.

Tuha wereh ialah petugas yang mengurusi pemuda pemudi. Sedangkan hulu wras ialah petugas yang mengurusi hasil panen padi atau mengurusi lumbung padi, karena itu ada juga jabatan makalangkan di dalam beberapa prasasti. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *