Mabur.co– Di balik kepopuleran Bakmi Jawa yang kini menjamur, ada sosok-sosok setia yang menjaga cita rasa autentik selama puluhan tahun.
Salah satunya adalah Suyono (78), atau yang lebih akrab disapa Yono, koki legendaris yang kini mendedikasikan keahliannya di Bakmi Jawa Omah Pleret.
Dalam bincang-bincang santai, pria kelahiran 1947 ini membagikan kisah perjalanan hidupnya yang inspiratif. Menariknya, Yono mengaku tidak pernah mengenyam pendidikan formal atau kursus memasak khusus. Keahliannya mengolah bakmi didapat secara autodidak melalui perjalanan hidup yang terjal.
Sebelum dikenal sebagai pemasak bakmi ulung, Yono bekerja di sektor yang jauh berbeda, yakni membakar batu untuk pembuatan gamping. Namun, seiring masuknya semen yang mulai menggeser penggunaan gamping, ia memutuskan untuk banting stir.
“Dulu saya mulai belajar tahun 1985. Awalnya saya kerja bakar batu gamping, tapi kalah sama semen. Akhirnya saya buka warung bakmi di rumah,” ujarnya saat ditemui mabur.co, Rabu (21/1/2026).
Yono menuturkan, warung pertamanya berada di daerah Kepek, Timbulharjo, Bantul. Uniknya, karena latar belakangnya sebagai pembakar batu, bakmi buatannya sering dijuluki warga sebagai bakmi tobong.
Meski berjualan di rumah, kelezatan bakmi masakan Yono terdengar hingga ke telinga pelanggan dari luar daerah, seperti Wonosari dan Wates. Popularitas inilah yang kemudian mempertemukannya dengan Romo Nurdi, pemilik Omah Pleret.
“Dulu Romo Nurdi sering datang ke tempat saya di Kepek. Beliau sampai rela menunggu lama demi seporsi bakmi. Akhirnya, belum ada setahun ini saya diajak bergabung ke sini,” jelasnya.
Yono mengungkapkan, saat ini ia berjualan di Omah Pleret, Jalan Keputren, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul.
Di sini, ia tetap menyajikan menu andalannya yang telah bertahan sejak 1985, mulai dari bakmi godog, bakmi goreng, nasi goreng, nasi rebus (magelangan), dan rica-rica ayam. Meski kini sudah menginjak usia 78 tahun, semangatnya tidak luntur.
“Saya tetap setia melayani pelanggan setiap hari mulai pukul 17.00 hingga tengah malam,” ungkapnya.
Salah satu pelanggan, Fani, mengaku rutin menyantap hidangan di warung tersebut, dua hingga tiga kali dalam sepekan. Ia menyebut nasi goreng dan mi goreng sebagai menu favorit.
“Rasanya enak dan cocok untuk keluarga, jadi sering makan di sini,” ujarnya. ***



