Mabur.co- Teknologi kecerdasan Artificial Intelligence (AI) bukan hanya sebuah tren, akan tetapi sebuah revolusi teknologi dalam kehidupan manusia.
Pemanfaatan teknologi sudah dimanfaatkan lebih jauh di bidang informasi dan komunikasi, industri, kesehatan hingga di bidang pertanian.
Dosen di bidang Informatika Pertanian dari Fakultas Teknologi Pertanian, UGM, Ir. Andri Prima Nugroho, mengatakan, teknologi Artificial Intelligence( AI) bisa digunakan dalam berbagai skema pertanian.
Seperti membantu model pemupukan yang disesuaikan dengan kearifan lokal, menyesuaikan kebutuhan tanaman melalui sensor dan menciptakan lingkungan yang sepenuhnya terkontrol.
Dosis pupuk yang dibutuhkan tanaman tidaklah matematis, atau bisa disamakan antara satu dengan yang lain, melainkan harus menyesuaikan dengan karakteristik tanaman dan budaya lokal yang sudah ditetapkan.
“Kebutuhan tanaman langsung bisa dideteksi menggunakan sensor dan kamera termal, digunakan untuk mendeteksi Crop Water Stress Index (CWSI). Hal ini bukan bertujuan untuk menghilangkan stres sepenuhnya, tetapi menjaga stres pada level terukur agar tanaman tetap produktif dan tumbuh kembangnya optimal,” ujarnya saat diwawancarai mabur.co via whatsapp, Kamis (5/2/2026).
Andri menjelaskan, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) ini juga bisa digunakan pada pertanian dalam ruangan atau lebih dikenal indoor farming dengan mengontrol cahaya yang dibutuhkan agar meniru ritme dari cahaya alami yang mengikuti pola terbit dan terbenam matahari.
“Supaya tanaman tidak ‘terkejut’,” paparnya. ***



