Isra Mikraj, Tanda Kebesaran Allah dan Refleksi Bagi yang Tertindas

Mabur.co– Warga Cangkringan Sleman, Yani Fathurrahman, menuturkan, peristiwa Isra Mikraj itu peristiwa kerasulan tanda-tanda kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang menunjukkan bahwa kuasa Allah luar biasa, Allah Maha Sempurna yang memperjalankan hamba-Nya, kekasih-Nya, Rasulullah dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Palestina.

Sejauh lebih kurang 1500 km tidak sampai satu malam kemudian Mikraj sampai ke Sidratul Muntaha dan mendapatkan wahyu perintah salat lima waktu.

“Ini mengandung beberapa makna yang bisa kita ambil kita petik yang pertama, terkait dengan keimanan bahwa ilmu pengetahuan dan keimanan tidak bisa dibenturkan dan tidak semua bentuk keimanan itu kemudian bisa dilogikakan dengan ilmu pengetahuan,” ujarnya saat dihubungi mabur.co via whatssapp, Jumat (16/1/2026).

Makna Isra Mikraj juga tidak bisa berseberangan dan dibenturkan, antara ilmu dan iman. Dengan ilmu, kita bisa menambah keimanan, dengan keimanan itu sendiri, kita meyakini bahwa alam semesta ini ada penciptanya yang melampaui akal pikiran kita.

Sementara itu aspek kedua yakni perintah salat. Sebagai seorang muslim Isra Mikraj ini mengingatkan kita akan pentingnya perintah, menjalankan ibadah salat lima waktu yang merupakan perintah Allah. Perintah Tuhan yang spesial karena langsung memanggil utusannya Rasulullah Muhammad ke Sidratul Muntaha.

Untuk mendapatkan perintah salat lima waktu itu sendiri. Berbeda dengan amalan ibadah yang lain. Zakat, puasa, dan haji yang semuanya melalui perantara malaikat Jibril.

Khusus salat lima waktu ini Allah memanggil langsung Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam untuk mendapatkan perintah salat. Sebagai seorang muslim, mari kita semua menjaga ibadah salat kita. Salat lima waktu ini sebagai bentuk ketaatan dan juga kecintaan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Yang ketiga aspek sosial, Isra itu perjalanan dari Mekah ke Palestina. Ini juga mengandung sisi-sisi ukhuwah, persatuan, persaudaraan umat di mana sekarang momentum Isra Mikraj ini mengingatkan kita akan Palestina sebagai satu-satunya negara yang masih terjajah dan belum merdeka.

Perlu perhatian seluruh umat di dunia untuk melihat kembali bagaimana Palestina saat ini yang belum merdeka dan masih ditindas oleh Israel.

“Peristiwa Israk Mikraj ini mari kita jadikan sebagai sebuah pelajaran berharga umat manusia untuk kembali mengingat ada di seberang sana negara yang belum merdeka, rakyatnya tertindas dan untuk melihat Palestina tidak harus menjadi seorang muslim,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *