‘Gerobak Lumaku’, Karya Seni yang Menjemput Ruang Baru di Tengah Masyarakat

2 Min Read
Colorful wooden bookshelf sculpture with speakers inside a bright interior; a woman in a hijab stands nearby, blue scooter in foreground.
Gerobak Lumaku merupakan karya seni yang tidak hanya diam namun juga bergerak menjemput ruang baru di tengah masyarakat. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co – Ada yang berbeda dalam pameran buku sastra pada 2026 ini. Sebuah gerobak yang biasa digunakan untuk pengangkut barang atau pun sampah, di tangan seorang seniman bernama Kuat gerobak ini disulap menjadi media edukasi literasi.

Kuat menjelaskan, karya ini dibuat baru pada 2026 namun sejarah gerobak ini sudah sejak 2015 digunakan sebagai pengangkut sampah.

Sampai 2017 digunakan sebagai transportasi untuk membagi bantuan banjir bandang. Setelah itu hanya masuk gudang dan akhirnya di tahun ini dikasih motor agar bisa bermanfaat kembali.

Karya Seni yang Terus Bergerak

“Gerobak Lumaku merupakan karya seni yang tidak hanya diam namun juga bergerak menjemput ruang ruang baru di tengah masyarakat,” ucapnya, Minggu (23/8/2026), saat ditemui di Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta.

Woman wearing a hijab browses books at a colorful bookstore kiosk in a bright mall setting.
Pengunjung sedang melihat-lihat Gerobak Lumaku. Di dalamnya terdapat buku-buku bacaan dan layar tancap yang menghadirkan video, suara, cerita, serta pesan tentang kehidupan, lingkungan, dan kebudayaan yang menjadi jembatan untuk berbagi. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Kuat menuturkan, karya tersebut berangkat dari gagasan bahwa pengetahuan, cerita, dan kebudayaan tidak seharusnya hanya berada di ruang-ruang formal, tetapi perlu bergerak, berpindah, dan hadir dalam kehidupan sehari-hari.

“Gerobak dipilih sebagai bentuk artistik karena dekat dengan keseharian masyarakat. Di dalamnya terdapat buku-buku bacaan dan layar tancap yang menghadirkan video, suara, cerita, serta pesan tentang kehidupan, lingkungan, dan kebudayaan yang menjadi jembatan untuk berbagi. Ketika hadir di ruang publik, Gerobak Lumaku menciptakan ruang perjumpaan antara karya seni dan masyarakat,” katanya.

Kuat menuturkan, masyarakat diajak berhenti sejenak dari rutinitas untuk membaca, melihat, mendengar, dan menemukan kembali cerita serta nilai-nilai budaya yang hidup di sekitarnya.

Dengan demikian, karya ini tidak hanya menjadi objek yang dilihat, tetapi menjadi sebuah pengalaman yang dapat diakses dan dialami bersama.

“Gerobak Lumaku menjadi sebuah perjalanan kecil yang membawa pengetahuan untuk menemui masyarakat, membuka percakapan, dan menghidupkan kembali hubungan antara seni, literasi, budaya, dan kehidupan sehari-hari,” katanya.

TAGGED:
Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar