Mabur.co– Sudah sejak berpuluh-puluh tahun silam, warga Desa Dalem, Widodomartani hidup bergelimang air. Tiga buah mata air yang tak pernah kering menjadi tumpuan hidup mereka. Yaitu Sendang Wadon (putri), Belik Kluwih dan Sendang Lanang (putra). Ketiga sendang tersebut berada di daerah aliran Kali Tepus. Sendang Wadon yang merupakan tempat pemandian para wanita, berada di dalam sebuah bilik dan berupa kolam kecil. Sementara itu, Belik Kluwih dan Sendang Lanang hadir dalam bentuk pancuran dengan air yang berasal dari dinding tepi kali. Air Belik Kluwih berkumpul dan membentuk sebuah kedung, sementara itu Sendang Lanang membentuk kolam kecil. Kedung inilah yang akhirnya dijuluki sebagai Blue Lagoon.

Foto Dok Suhadi
Suhadi, Ketua Pengelola Blue Lagoon menjelaskan, pemandian Blue Lagoon ditemukan saat KRHT. Suryo Leksono, keturunan Brawijaya V dari istri selir yang bernama Siti Pemanahan, saat babat alas untuk mensyiarkan ajaran Islam dan kejawen melalui air dan kesenian didampingi makhluk gaib bernama Nyai Dewi Sekar Arum. Beserta sesosok ular naga putih (Bayu Ceto) juga Nyai Ronggo Wati, sosok makhluk berwajah kera perempuan dan para prajurit kerajaan zaman dulu. Juga para wali tanah Jawa.
“Tempat ini dulu sebagai tempat ritual leluhur untuk melakukan olah spiritual, untuk ketenangan jiwa, saat masa kejayaan Panembahan Senopati,” ujarnya, Selasa, 6 Januari, 2026.
Suhadi mengatakan, pemandian Blue Lagoon terdapat tiga sendang, di antaranya Sendang Putri sebagai tempat ritual/berdoa kepada yang Maha Kuasa. Biasanya perempuan yang mandi di tempat ini berkeinginan agar cantik dan awet muda. Sedangkan Sendang Lanang dan Sendang Pulungan Tirta Budi (Blue Lagoon), biasanya masyarakat yang datang di sini untuk mandi kungkum sambil berdoa, minta hajatnya kepada Tuhan dikabulkan, dan mencari ketenangan batin, mendekatkan diri kepada yang Maha Kuasa.
“Di Sendang Pulungan Tirta Budi (Blue Lagoon) itu setiap tahun masyarakat sekitar mengumpulkan 11 sumber mata air yang terdiri dari mata air laut utara, mata air laut selatan, air hujan yang turun saat malam Jumat, dan air dari makam raja serta wali,” ucapnya.

Suhadi menuturkan, masyarakat yang berkunjung di sini kebanyakan mereka berziarah ke makam Kyai Pulungan untuk meminta pada yang Maha Kuasa memudahkan dan mengabulkan hajatnya. Terutama agar bisa diterima menjadi Pegawai Negeri Sipil, TNI dan Polri. Selain itu kebanyakan masyarakat yang berkunjung ke sini untuk mengambil 3 sumber mata air.
Masyarakat mempercayai dengan mengambil 3 sumber mata air tersebut bisa mengobati penyakit jasmani dan rohani.
“Blue Lagoon sangat erat hubungannya dengan Mataram, bahkan tentang kemakmuran bumi Mataram, sejak dari dulu dan ke depan,” katanya.
Warga Umbulharjo Kota Yogyakarta, Uniel (24) mengatakan, ia suka berendam untuk mencari ketenangan jasmani.
“Kebetulan sedang jalan-jalan sama keluarga di daerah utara sekalian saja ke Blue Lagoon,” ujarnya. ***



