YouTuber Jadi Official Broadcaster Siaran Bola, Ini Harapan Bung Jebret

4 Min Read
Man in a beige jacket speaks into a podcast microphone, seated on a yellow chair with a red soccer jersey and trophies behind him.
Pengamat yang juga komentator bola senior, Valentino Simanjuntak (Bung Jebret). (Foto: kanal YouTube Valentino Jebreeet)

Mabur.co – Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin canggih, kini keberadaan YouTube (dan para konten kreator di dalamnya) tidak bisa lagi dipandang sebelah mata, termasuk oleh stasiun televisi.

Mulai dari siaran Piala Dunia 2026 yang disiarkan oleh kanal YouTube milik Casimiro Miguel bernama CazéTV (Brazil), disusul dengan Reza Arap dengan kanalnya, YB, yang berhasil memperoleh partner hak siar Piala AFF 2026 bersama MNC Group, para konten kreator kemudian berlomba-lomba untuk ikut menyiarkan pertandingan-pertandingan seru lainnya, guna menjangkau lebih banyak penonton dari seluruh dunia (atau regional tertentu), melalui streaming yang legal dan juga gratis.

Belakangan ini, kanal YouTube lainnya seperti Hanif Thamrin, RANS Entertainment, dan juga Sport77, juga ikut menyiarkan beberapa pertandingan persahabatan tim-tim sepak bola tertentu, serta timnas futsal Indonesia, yang sempat menjalani uji coba di Spanyol, beberapa waktu lalu.

Menurut salah satu komentator senior Indonesia, Valentino Simanjuntak, atau yang biasa disapa Bung Jebret, fenomena semacam ini jelas memberi angin segar bagi dunia per-YouTube-an, khususnya di Indonesia.

Karena dengan begitu, posisi para YouTuber (yang sudah punya nama dan korporasi berupa PT) menjadi cukup penting bagi pihak-pihak penyedia siaran olahraga, agar mereka bersedia memberikan akses siaran itu secara gratis lewat platform seperti YouTube, dengan jumlah penonton yang bisa menembus jutaan views.

Selain itu yang tidak kalah penting adalah, masyarakat jadi punya semakin banyak pilihan, dan tidak terbatas pada satu platform tertentu saja, tergantung mana yang menurut mereka paling nyaman untuk ditonton, maka platform itulah yang akan dipilih.

“Kita, masyarakat, jadi punya semakin banyak pilihan. mau menyaksikan dengan gaya yang seperti apa, yang pakai antenakah, yang berbayarkah, atau yang pakai kuotakah. Semua itu tergantung dari preferensi masing-masing orang. Jadi gue shooutout dulu buat temen-temen (YouTuber) yang sudah merintis tren ini, untuk menayangkan siaran sepak bola secara gratis.

Dan mudah-mudahan akan semakin banyak nanti tayangan-tayangan lain yang juga disiarkan langsung lewat YouTube ini secara gratis. Tidak cuma sepak bola saja, tapi juga olahraga-olahraga lainnya,” ungkap Bung Jebret, seperti dilansir dari kanal YouTube Valentino Jebreeet, beberapa waktu lalu.

Tidak Hanya FOMO

Selayaknya sebuah tren baru (apalagi di dunia digital), biasanya tercipta perasaan FOMO (Fear of Missing Out), alias takut ketinggalan zaman. Dalam konteks siaran bola yang disiarkan secara gratis lewat YouTube ini, Bung Jebret juga berharap agar fenomena ini tidak hanya jadi ajang FOMO sesaat, tapi juga bisa sustain dalam jangka panjang. Sekaligus menciptakan dampak positif bagi dunia konten kreator secara keseluruhan.

“Kalau menurut gue, ketika para YouTuber (yang menyiarkan siaran langsung sepak bola) ini sudah memiliki basis penggemar yang loyalis, sampai mereka mau bayar membership dan lain sebagainya. gue rasa dengan adanya AdSense dan juga sponsorship serta sebagian membership yang masuk, maka gue rasa ini akan bisa bertahan lama.

Apalagi kalau dari YouTuber itu sendiri juga sudah siap dengan sponsor tertentu, ditambah basic finansial yang kuat (ala korporasi perusahaan), serta tidak akan memberikan biaya tambahan lainnya, maka fenomena ini bisa bertahan cukup lama. Karena dari sisi YouTube-nya sendiri, jumlah subscriber mereka akan kembali terdongkrak, begitu juga dengan views-nya, seperti itu,” tambah Bung Jebret.

Jebret pun mengakui adanya pihak-pihak yang akan dirugikan dari fenomena ini, terutama dari stasiun televisi konvensional, dan juga saluran OTT (Over The Top) seperti Vidio, Vision Plus, SPOTV NOW, NetFlix (untuk film), dan seterusnya. Ketika para YouTuber ini kemudian mengambil alih posisi sebagai official broadcaster untuk siaran sepak bola atau olahraga tertentu.

Namun menurutnya, hal itu mesti harus dikaji lebih jauh, mengingat tren ini juga baru berlangsung dalam beberapa bulan, sehingga dampaknya belum terlalu dirasakan untuk saat ini, dan seterusnya. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar