Mabur.co- Dugaan keracunan makanan terjadi dalam kegiatan pamitan haji di Padukuhan Toragan, Tlogoadi, Mlati, Kabupaten Sleman.
Tercatat sedikitnya 28 warga mengalami gejala seperti diare, mual, muntah, pusing, hingga demam.
Acara pamitan haji tersebut digelar pada Minggu, 3 Mei 2026, pukul 08.00 – 10.30 WIB di Toragan RT 01, Tlogoadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta.
Kegiatan dihadiri sekitar 250 undangan dengan konsumsi berupa snack dan nasi kotak.
Panewu Mlati, Dyah Purwanti, mengatakan, pihaknya telah membuka posko penanganan di rumah dukuh setempat untuk memantau kondisi warga.
“Warga mulai bergejala sejak malam setelah acara. Saat ini korban terus berdatangan ke posko maupun fasilitas kesehatan,” ujarnya saat ditemui, Senin (4/5/2026).
Dyah mengatakan, undangan utama sekitar 130 orang, acara tersebut juga dihadiri tamu dari luar daerah seperti Semarang dan Umbulharjo, sehingga potensi sebaran kasus masih dipantau.
Indikasi awal mengarah pada konsumsi nasi kotak dalam kegiatan tersebut.
“Hingga saat ini, tidak ada korban yang harus dirawat inap. Meski demikian, petugas kesehatan tetap melakukan observasi dan pemberian obat untuk mencegah kondisi memburuk,” ucapnya.
Salah satu anggota keluarga penyelenggara, Nayuku Bramantyo, mengungkapkan, bahwa konsumsi untuk acara tersebut dipesan sebanyak 250 porsi dari sebuah jasa katering.
“Kami minta makanan datang jam setengah enam pagi, tapi baru datang setengah tujuh. Dari awal saja sudah tidak tepat waktu,” jelasnya.
Nayuku Bramantyo menuturkan, setelah makanan tiba, pihak keluarga langsung menata dan menyajikannya kepada tamu undangan.
“Saya sempat mencurigai salah satu menu, yakni krecek. Saya merasakan rasa yang tidak biasa saat mengonsumsinya. Ada yang terasa beda, kreceknya itu agak kecut. Tapi, waktu itu belum terasa apa-apa, baru malamnya mulai diare,” katanya.
Nayuku Bramantyo mengatakan, gejala mulai dirasakan pada malam hari. Baik oleh dirinya maupun anggota keluarga lain.
Dalam kejadian ini ada tiga orang di rumahnya turut terdampak. Termasuk ayahnya yang akan berangkat haji.
Menurutnya, sebagian makanan juga sempat dibawa pulang dan dikonsumsi kembali pada malam hari. Inilah yang diduga memperparah kondisi.
“Mulai terasa sejak semalam, lalu pagi akhirnya muncul satu per satu warga yang terdampak usai konsumsi makanan,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu warga terdampak Surahmi menuturkan, mulai merasakan beberapa jam setelah mengonsumsi ayam dan nasi kotak yang dibawa pulang suaminya, sepulang dari acara tersebut.
“Sekitar jam empat sore mulai mual, perut mules, pusing dan BAB lembek setelah makan nasi kotak siang harinya,” ujarnya. ***



