Mabur.co- Citra petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang identik dengan selang air dan api kini bergeser drastis di lapangan.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta mencatat, gangguan satwa liar masih menjadi ancaman keamanan bagi masyarakat perkotaan.
Ada 214 satwa selama awal tahun 2026. Evakuasi paling banyak pada jenis tawon vespa dan ular.
Kepala Dinas Damkarmat Kota Yogyakarta Taokhid mengatakan, pada periode Januari hingga Maret evakuasi tawon vespa mencapai 132 kasus.
Kemudian disusul evakuasi ular dengan 52 kasus, kucing 11 kasus, dan satwa lain seperti biawak sebanyak 19 kasus.
“Jenis satwa tawon vespa dan ular memang wajib menjadi perhatian. Terlebih di tengah musim penghujan. Lantaran karakteristik dua jenis hewan tersebut akan mencari tempat perlindungan di pemukiman jika sarangnya terendam air,” ujarnya Senin (4/5/2026).
Taokhid mengatakan, mengingat kasus temuan satwa liar di pemukiman cukup tinggi, mantan Camat Tegalrejo itu mengaku sudah rutin melaksanakan edukasi kepada masyarakat.
Program tersebut dinilai penting supaya masyarakat bisa memahami tindakan jika menemui satwa liar di tempat tinggalnya.
Termasuk apabila menemukan satwa liar yang masuk kategori dilindungi karena membutuhkan penanganan berbeda.
“Edukasi ini penting agar masyarakat tidak panik dan tidak salah dalam mengambil tindakan,” tegasnya.



