Atta Halilintar Orang Indonesia Pertama di Laga Sepak Bola Dunia

Mabur.co – Konten kreator Atta Halilintar terpilih sebagai salah satu peserta di laga amal persahabatan bertajuk Match for Hope 2026 yang berlangsung di Stadion Ahmad Bin Ali Stadium, Al Rayyan, Qatar, Jumat (30/1/2026).

Terpilihnya Atta bukan tanpa alasan. Pria yang terkenal dengan jargon “Ashiaaap” ini diundang khusus oleh Yayasan Education Above All (EAA) karena reputasinya sebagai konten kreator papan atas yang kerap memberi bantuan kemanusiaan kepada masyarakat kecil di Indonesia.

Laga amal ini sendiri bukan sekadar pertandingan sepak bola biasa, lantaran banyak diikuti juga oleh mantan bintang sepak bola ternama dunia, sebut saja Marcelo, Eden Hazard, Thierry Henry, Diego Costa, dan seterusnya.

Selain itu, tim Atta juga dilatih oleh pelatih legendaris Arsenal, Arsene Wenger.

Atta Halilintar juga bukan satu-satunya konten kreator yang terlibat di laga ini. Ada pula beberapa konten kreator global lainnya macam KSI, Mr. Beast, Chunkz, dan lain-lain.

Laga itu sendiri berakhir dengan kemenangan tim yang diperkuat Atta Halilintar dengan skor 8-7.

Di pertandingan ini Atta turut bermain sebagai pemain pengganti selama 12 menit.

Ia bermain sejak menit ke-81. Selama pertandingan ia menempati posisi sebagai Gelandang, dan menggunakan nomor punggung 100.

Atta mengaku bangga telah menjadi bagian dari laga amal internasional seperti Match for Hope ini. Baginya ini adalah pengalaman yang tak akan pernah dilupakan seumur hidup.

Apalagi ia juga bermain bersama sejumlah bintang sepak bola dunia, yang selama ini hanya bisa disaksikan melalui layar kaca.

Dream come true! Champion! Thank you, team. Bangga bisa jadi perwakilan Asia Tenggara di sini,” kata Atta dilansir dari akun Instagram pribadinya @atta halilintar.

Ada pun pertandingan ini berhasil mengumpulkan donasi sebesar USD 12,4 juta atau sekitar Rp200 miliar.

Seluruh dana yang terkumpul akan disumbangkan ke Yayasan Education Above All (EAA) untuk diberikan kepada anak-anak yang kurang beruntung akibat putus sekolah di kawasan Afrika, Asia, dan Timur Tengah. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *