Mabur.co – Seorang konten kreator sekaligus guru di Semarang, David Stevano, turut mengungkapkan keluh kesahnya ketika Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terlambat datang untuk membagikan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui unggahan di akun Instagram miliknya, David menyebut, bahwa guru di sekolah memiliki beberapa tugas ketika pembagian makanan MBG kepada para siswa.
“Dikira guru nggak kerepotan? Udah nggak dapat upah SPPG, nambah lagi bebannya,” dikutip dalam unggahan videonya di akun @stevano.96, Senin (16/3/2026).
Stevano mengungkapkan bahwa keterlambatan pengantaran pun sempat dirasakan oleh sekolahnya.
“Kasus SPPG yang kayak gini pernah ngerasain. Jadi, yang namanya relawan sesungguhnya itu guru karena kita nerima MBG-nya, bagiin, ngumpulin kantongnya itu nggak dibayar dari SPPG-nya,” ucapnya dalam video.
Stevano juga membeberkan bahwa guru juga bertanggung jawab usai para siswa selesai mengonsumsi makanannya. Guru kini tak bisa langsung pulang setelah para siswa selesai belajar di sekolah.
“Siswa pulang yang harusnya guru juga pulang, enggak bisa. Kita ngitung ompreng, ngumpulin kantong, bersih-bersih,” imbuhnya.
Stevano mengatakan, permasalahan sisa sampah MBG juga menjadi perhatian guru agar tidak menumpuk menjadi sampah yang membuat lingkungan sekolah tak nyaman.
“Belum lagi sisa MBG mau di kemanakan? Kalau nggak di kemanain nanti busuk, mikir lagi, PR lagi,” lanjutnya. ***



