Mabur.co – Guru Besar Hukum Tata Negara, Mahfud MD, belum berhenti mengomentari perkembangan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang semakin melenceng dari niat utamanya, yakni sebagai program yang mencerdaskan generasi penerus bangsa.
Dalam konten terbarunya di kanal YouTube pribadinya, Mahfud MD Official, ia turut menyinggung bagaimana MBG sudah terlalu jauh dari apa yang disebut sebagai “makanan bergizi”.
Karena nyatanya, makanan yang diberikan kepada siswa-siswi nyaris sama sekali tidak bergizi, bahkan ada juga makanan yang masih mentah.
“MBG ini sudah menjadi isu yang sangat kontroversial, mendapat banyak kritik ditambah dengan fakta-fakta yang ada, tapi respons dan follow up tidak banyak berubah. Setiap terjadi kesalahan di suatu daerah, seolah tidak ada kabar sedikit pun bahwa ada pihak-pihak yang ditindak, dan seterusnya,” ungkap Mahfud seperti dilansir dari kanal YouTube pribadinya, Mahfud MD Official, Senin (16/3/2026).
Mahfud pun kembali menyinggung bagaimana tata kelola program ini dijalankan, yang dianggap bertentangan dengan niatnya yang sangat mulia.
“Ketika ada laporan-laporan semacam itu (siswa mengalami keracunan dan sebagainya), mestinya kan ada penjelasan ke masyarakat gitu, gimana caranya menyelesaikan ini semua, lalu di mana letak masalahnya, dan seterusnya. Nah ini kan tidak pernah jelas sampai sekarang,” sambung Mahfud.
Dengan segala kekisruhan yang terjadi akibat MBG, ia juga menyoroti bagaimana presiden Prabowo hanya menerima laporan yang “manis” dari anak buahnya.
Seolah-olah MBG adalah program terbaik di dunia, mengalahkan negara-negara lain, dan seterusnya. Padahal di saat yang sama, anak-anak selalu mendapatkan menu makanan yang semakin tidak layak dari hari ke hari. Mulai dari makanan mentah untuk stok beberapa hari, hingga yang masih mentah sekalipun.
Namun, laporan-laporan semacam itu justru tidak pernah sampai ke telinga presiden, lantaran sudah difilter sedemikian rupa oleh para bawahannya. (*)


