Mabur.co – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menepis dugaan banyak pihak, termasuk pengamat ekonomi (ekonom) bahwa kondisi ekonomi Indonesia sedang berada dalam ancaman krisis.
Apalagi setelah nilai tukar rupiah melesat di angka Rp17.300 per Dolar Amerika, beberapa waktu lalu.
Dengan segala situasi yang terjadi, termasuk dampak perang di Timur Tengah dan sebagainya, Purbaya tetap meyakini, bahwa jargon “ekonomi kita kuat” seperti yang sering digaungkan oleh Presiden Prabowo itu benar-benar masih berlaku untuk Indonesia, setidaknya di tahun 2026 ini.
“Nggak usah takut dengan APBN kita, uang kita masih banyak. Bahkan uang itu (APBN) juga belum disentuh sama sekali. Saya hanya pindahin aja sedikit untuk dorong perekonomian masyarakat,” tegas Purbaya, sebagaimana dilansir dari kanal YouTube KOMPASTV, beberapa waktu lalu.
Purbaya bahkan menyebutkan, bahwa “antek-antek asing” di luar sana justru merasa kagum dengan Indonesia, yang dianggap mampu mengelola ekonomi dengan baik, meskipun di tengah situasi global yang tidak menentu seperti saat ini.
“Malahan orang-orang di sana (luar negeri) pada kagum tuh. Jadi investor tuh udah nggak menanyakan lagi di sana mengenai defisit (anggaran negara) dan lain-lain. ‘Clear‘ kata mereka. Jadi bule-bule itu bilang ‘clear‘. Mereka semua enggak nanyakan itu (soal defisit APBN) lagi,” tambah Purbaya.
Meskipun para “antek asing” itu memuji langkah yang dilakukan oleh Purbaya beserta jajarannya, namun mereka tetap mengingatkan, agar jangan sampai pemerintah melakukan subsidi kepada orang-orang kaya, agar nantinya tidak terjadi pembengkakan anggaran yang tidak terkendali. (*)


