Suara Dentuman Misterius Terdengar di Sejumlah Wilayah Bandung Raya, Berikut Penjelasan BMKG

3 Min Read
Close-up of a teal audio waveform on a dark grid background with a red cursor line.
Suara dentuman misterius terdengar di sejumlah wilayah Bandung Raya, Jawa Barat. (Ilustrasi Foto: Istimewa)

Mabur.co – Suara dentuman misterius terdengar di sejumlah wilayah Bandung Raya, Jawa Barat, Jumat (4/9/2026) malam hingga Sabtu (5/9/2026) dini hari.

Dentuman yang terdengar sekitar pukul 23.00 WIB hingga 01.00 WIB itu disertai getaran yang membuat kaca dan pintu sejumlah rumah bergetar.

Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut dan mempertanyakan sumber suara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Bandung lantas mengecek data kegempaan, aktivitas petir, cuaca, hingga medan magnet bumi pada waktu kejadian.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Suaidi Ahadi mengatakan, citra satelit menunjukkan saat peristiwa dentuman atau skyquake terjadi, tidak ditemukan adanya gumpalan awan di wilayah Bandung Raya.

“Justru pada jam yang sama itu terekam adanya aktivitas vulkanik di Krakatau. Jadi letusan dan letusan gunung api. Nah, dari data ini maka terlihat ya adanya aktivitas vulkanik di sekitar Krakatau,” katanya dilansir BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Sabtu (5/9/2026).

Masih Didalami

Suaidi, mengatakan, saat ini BMKG masih mendalami mengenai asal muasal skyquake yang hanya terjadi di Bandung Raya itu. Sementara, daerah lainnya tidak begitu signifikan. Pun begitu dengan aktivitas sesar di wilayah Bandung Raya juga tidak memunculkan adanya hal yang menonjol. 

“Berdasarkan data stasiun magnet bumi yang ada di Serang, Banten, dan Sukabumi, BMKG mencatat adanya aktivitas yang bersamaan, dan itu juga diduga memiliki korelasi yang bersamaan dengan letusan gunung api,” ucapnya.

Dentuman Langit

Menurut Suaidi, aktivitas skyquake ini, maksudnya dentuman langit, dicurigai karena adanya fenomena yang tidak lazim.

“Rekaman darat itu kita curigai sebagai aktivitas Krakatau ya, baik dari informasi satelit citra awan dan aktivitas magnetik juga dari data petir,” jelasnya. 

Suaidi mengungkapkan, ada beberapa catatan lainnya yang membuat BMKG harus mendalami lebih intensif penyebab dari fenomena di wilayah Bandung Raya ini.  Sebab, saat kejadian petir di wilayah yang mengalami dentuman ini juga sangat sedikit.

“Kejadian aktivitas tersebut memiliki aktivitas konsentrasi thunderstorm atau petir yang sangat dominan di wilayah Krakatau. Menariknya adalah di Kota Bandung, Bandung dan sekitarnya itu sedikit sekali petir,” tuturnya. 

Fenomena dentuman yang dialami oleh warga Bandung Raya ini diduga sebagai gempa langit, dan itu dipastikan masih didalami oleh BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung.

“Artinya ini masih menjadi kecurigaan kami. Nah istilah dalam istilah akademis bahwa aktivitas tersebut ya di Bandung Raya dan sekitarnya, kita definisikan sebagai skyquake atau dentuman langit ya atau disebut juga dengan gempa langit,” terangnya.

TAGGED:
Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar