Anies Baswedan: Jangan Pernah Minta Rakyat Sopan Kritik Negara - Mabur.co

Anies Baswedan: Jangan Pernah Minta Rakyat Sopan Kritik Negara

Mabur.co – Mantan capres nomor urut satu dalam Pilpres 2024, Anies Baswedan, kembali melakukan “sindiran halus” terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang selama ini dianggap alergi terhadap kritik dari rakyatnya sendiri.

Bahkan beberapa pengkritik harus berurusan dengan hukum, disiram air keras, dan sebagainya.

Menurut Anies, pejabat itu hampir sama seperti seorang dokter. Dimana dokter adalah seorang pelayan publik (di bidang kesehatan) yang harus melayani banyak pasien dengan berbagai macam penyakit, tipe kepribadian, dan latar belakang yang berbeda-beda.

“Kadang yang masuk (ke ruang dokter) itu galak sekali, kadang ngomongnya kasar sekali. Dokter itu nggak bisa milih kayak dosen (yang kebanyakan isinya adalah lulusan SMA sederajat). Dia harus berhadapan dengan segala jenis pasien. Jadi kalau Anda masuk di wilayah pemerintahan (menjadi pejabat publik), maka Anda harus siap mendengarkan rakyat yang bersuara dengan sekeras apa pun,” ungkap Anies Baswedan, dalam sesi kuliah umum di kampus UMSIDA 1912 Sidoarjo, Jawa Timur, sebagaimana dilansir dari kanal YouTube MerdekaDotCom, belum lama ini.

Anies pun menggambarkan situasi seorang dokter, yang harus siap menerima segala macam keluhan dari semua pasiennya. Dokter pun tidak bisa serta-merta meminta sang pasien untuk bertindak sopan dan semacamnya, karena memang begitulah sifat pekerjaan mereka.

“Karena nature pekerjaannya memang berinteraksi dengan rakyat yang berbeda-beda. Kadang ada yang bilang ‘mbok kalau mengungkapkan pendapat itu yang sopan’. Itu urusan dia (pasien), cara dia mengungkapkannya. (Jadi seharusnya sebagai pejabat itu) dengarkan, dialog, lihat substansinya, lalu cari jalan keluarnya bersama-sama,” tambah Anies.

Menurut pengalaman dan pengetahuan Anies, khususnya selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta maupun Menteri Pendidikan, ketika setiap aspirasi rakyat mampu didengarkan, diajak berdialog, dan disimak substansinya (serta tidak dilaporkan ke polisi), biasanya tensi kemarahan mereka akan mulai mereda.

Sehingga jalan keluar untuk aspirasi tersebut bisa segera di-breakdown dengan pikiran yang lebih jernih, dan seterusnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *