Mabur.co – Mantan capres nomor urut 1 dalam Pilpres 2024 lalu, Anies Baswedan, turut menyoroti tragedi penyiraman air keras yang dialami oleh aktivis HAM yang juga Wakil Koordinator Bidang Eksternal di Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, yang terjadi di Jakarta Pusat pada Kamis malam (12/3/2026).
Ditemui usai menjenguk Andrie di Rusat Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Anies beranggapan bahwa negara harus hadir untuk menangani kasus ini.
Hal itu sekaligus menegaskan bahwa negara hadir bersama rakyat, sekalipun apa yang dilakukan Andrie adalah untuk mengkritik kebijakan negara.
“Kita semua tentu marah, kecewa, dan ingin segera ada langkah-langkah hukum untuk menangkap pelakunya. Tapi jangan sampai kemarahan itu disampaikan secara membabi buta, tapi juga jangan sampai membuat takut (untuk kembali mengkritik pemerintah),” ucap Anies seperti dilansir dari kanal YouTube Kompas TV, Sabtu (14/3/2026).
Lebih lanjut Anies juga turut mengapresiasi keberanian Andrie Yunus, yang secara sukarela masih memikirkan nasib bangsa Indonesia, dengan menyuarakan kritik kepada pemerintah terkait hak asasi manusia (HAM), dan sebagainya.
“Keberanian Andrie Yunus (untuk menyuarakan kritik terkait HAM) ini menjadi bukti, bahwa masih ada anak bangsa yang memiliki keberanian dan kepedulian untuk memikirkan negeri ini, memikirkan masa depan, bahkan melebihi dari memikirkan keselamatan dirinya sendiri,” tambah Anies.
Anies sendiri mengaku bahwa sosok seperti Andrie adalah orang-orang pertama yang mampu mendeteksi terjadinya kemunduran demokrasi di periode pemerintahan saat ini, dan aktif menyuarakan kritik untuk mencegah kemunduran itu menjadi semakin parah. (*)



