Mabur.co – Nilai tukar rupiah terus merosot hingga ke level Rp17.529 per dolar AS pada bursa perdagangan Selasa (12/05/2026) sore ini.
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ini menjadi yang terparah dalam sejarah perekonomian RI.
Dikutip Kontan.com, Selasa, berdasarkan data perdagangan pasar spot, rupiah tercatat melemah 0,66 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp17.414 per dolar AS.
Bahkan dalam perdagangan intraday, rupiah sempat menyentuh level Rp17.535 per dolar AS pada pukul 14.28 WIB.
Pelemahan ini selaras dengan pergerakan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI).
Pada hari yang sama, kurs Jisdor dipatok di level Rp17.514 per dolar AS, melemah 99 poin dibandingkan posisi hari sebelumnya yang berada di level Rp17.415.
Di tingkat perbankan, sebagaimana dikutip Inilah.com, Selasa, pelemahan nilai rupiah juga diikuti peningkatan harga jual dolar di sejumlah bank besar yang menunjukkan angka psikologis baru.
Di Bank Rakyat Indonesia (BRI), kurs jual rupiah pada transaksi TT Counter berada di level Rp17.675 per dolar AS, dengan kurs beli di Rp17.375 per dolar AS.
Sementara untuk e-rate, BRI mematok harga beli Rp17.488 dan harga jual Rp17.550.
Sementara itu, Bank Central Asia (BCA) juga telah menetapkan kurs e-rate di level Rp17.445 untuk beli dan Rp17.545 untuk jual per pukul.
Sedangkan untuk transaksi bank notes dan TT Counter, BCA mematok kurs jual di angka Rp17.560 per dolar AS.
Tak jauh berbeda, Bank Negara Indonesia (BNI) melalui special rates menetapkan harga beli di Rp17.445 dan harga jual di Rp17.545 per dolar AS.
Pelemahan rupiah ini sendiri terjadi di tengah tekanan mayoritas mata uang regional terhadap dolar AS.
Kenaikan harga minyak mentah dunia disebut menjadi salah satu faktor utama yang membuat nilai tukar mata uang negara berkembang merosot.
Selain sentimen global, pelemahan nilai rupiah juga dipengaruhi kondisi pasar domestik yang menghadapi tekanan.
Hal itu dipercaya dengan kondisi fundamental dalam negeri, yang menunjukkan rendahnya data penjualan ritel dibanding ekspektasi pasar.
Saat ini mata uang rupiah sendiri tercatat masuk dalam daftar mata uang dengan nilai terendah terhadap dolar AS di dunia.
Dikutip CNBC Indonesia, rupiah berada di posisi keenam mata uang dengan nilai terendah terhadap dolar AS, dengan kurs sekitar Rp17.360 per US$1.
Ukuran yang digunakan cukup sederhana, yakni semakin banyak unit mata uang lokal yang dibutuhkan untuk mendapatkan US$1, maka semakin rendah nilai mata uang tersebut terhadap dolar AS.
Dalam daftar tersebut, rial Iran menempati posisi pertama sebagai mata uang dengan nilai terendah. Untuk memperoleh US$1, dibutuhkan sekitar 1.312.271 rial Iran.
Posisi berikutnya ditempati pound Lebanon dengan kurs sekitar 89.500 per US$1, disusul dong Vietnam sebesar 26.309 per US$1, leone Sierra Leone sebesar 22.683 per US$1, dan kip Laos sebesar 21.829 per US$1.
Setelah rupiah, terdapat som Uzbekistan dengan kurs 12.109 per US$1, franc Guinea sebesar 8.749 per US$1, guarani Paraguay sebesar 6.002 per US$1, serta ariary Madagaskar sebesar 4.162 per US$1.




