Mabur.co – Setelah sebelumnya Tim Thomas gagal lolos fase grup untuk pertama kalinya dalam sejarah, kini giliran Tim Uber Indonesia yang harus terhenti di babak semifinal.
Tim nasional bulutangkis putri Indonesia itu harus pulang kampung lebih awal setelah dipaksa takluk oleh tim Korea Selatan dengan skor telak 1-3.
Dalam pertandingan babak semifinal yang berlangsung di Horsens, Denmark, Sabtu malam tersebut, tim Indonesia gagal meraih poin di 2 gim awal dan harus tersingkir di set penentuan.
Dikutip Antara, Minggu (3/5/2026), di gim pertama Indonesia harus kehilangan poin setelah tunggal andalan Putri Kusuma Wardani harus takluk di tangan tunggal Korea Selatan An Se Young dua gim langsung 19-21 dan 5-21.
Di gim kedua ganda putri Indonesia Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum juga kandas setelah dikalahkan ganda Korsel Jeong Na Eun/Kim Hye Jeong dalam 2 set langsung langsung 16-21 dan 18-21.
Memasuki game ketiga, Thalita Ramadhani Wiryawan yang turun di nomor tunggal putri sempat membuka harapan setelah berhasil memetik kemenangan atas Sim Yu Jin dengan kemenangan 2 set langsung 21-19 dan 21-19.
Namun sayang di laga keempat, atau laga penentuan pasangan ganda putri Indonesia, Rachel Allesya Rose/Febi Setianingrum harus tumbang dari pasangan Jeong Na Eun/Kim Hye Jeong dua set langsung dengan skor 16-21 dan 18-21.
Kekalahan tim Uber Indonesia ini membuat membuat tim bulu tangkis Indonesia dipastikan puasa gelar juara dalam dua ajang bergengsi dunia Piala Thomas dan Piala Uber 2026.
Sebelumnya tim Thomas Indonesia juga gagal total dalam Piala Thomas setelah untuk kali pertama dalam sejarah tersinggir di babak penyisihan grup oleh tim Perancis.
Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Muhammad Fadil Imran yang rangkap jabatan sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi.
Permintaan maaf justru datang dari pemain, yakni Rachel Allesya Rose/Febi Setianingrum yang gagal di set penentuan.
Rachel nampak menyampaikan permintaan maaf kepada tim dan masyarakat Indonesia pasca-pertandingan. Kecewa dan sedih dia mengaku hasil tersebut tidak sesuai harapan banyak pihak.
“Kami mohon maaf kepada tim dan masyarakat Indonesia karena tidak bisa memberikan poin. Terima kasih atas semua dukungan yang diberikan,” katanya.



