Wabah Mematikan di Kapal Pesiar, Tiga Orang Meninggal Terinfeksi Hantavirus - Mabur.co

Wabah Mematikan di Kapal Pesiar, Tiga Orang Meninggal Terinfeksi Hantavirus

Mabur.co- Hantavirus merupakan virus yang dibawa hewan pengerat dan ditularkan kepada manusia melalui partikel udara.

Virus itu utamanya berasal dari kotoran hewan pengerat yang telah mengering.

Penularan biasanya terjadi ketika virus dari urin, kotoran, atau air liur hewan pengerat beredar melalui udara. Meski jarang, virus ini juga dapat menyebar melalui gigitan atau cakaran hewan pengerat.

Di tengah laut yang seharusnya tenang, sebuah kapal pesiar berubah menjadi ruang kecemasan. Bukan badai atau kecelakaan, melainkan ancaman dari virus mematikan.

Dalam beberapa hari terakhir, laporan kematian penumpang di kapal pesiar internasional mengguncang perhatian dunia.

Dugaan mengarah pada hantavirus, penyakit yang biasanya diasosiasikan dengan hutan, gudang tua, atau perdesaan, bukan kapal mewah yang melintasi samudra.

Kapal pesiar MV Hondius yang dioperasikan oleh Oceanwide Expeditions (berbendera Belanda) berangkat dari Ushuaia, Argentina, sekitar 20 Maret 2026, dengan sekitar 150-170 penumpang dan kru dari berbagai negara.

Pelayaran menuju Cape Verde di lepas pantai Afrika Barat ini melibatkan rute yang melewati Antartika dan Kepulauan Falkland.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan otoritas kesehatan Afrika Selatan, tiga orang meninggal dunia akibat dugaan infeksi hantavirus. Korban termasuk pasangan suami-istri asal Belanda berusia 70 dan 69 tahun, serta satu orang lainnya.

Setidaknya satu hingga dua kasus telah terkonfirmasi positif hantavirus melalui laboratorium, sementara beberapa kasus lainnya masih diselidiki.

Kepala kantor WHO Eropa, Hans Kluge, menuturkan, tiga penumpang kapal pesiar diduga meninggal dunia akibat wabah hantavirus.

“Dua kasus hantavirus dikonfirmasi WHO setelah tiga orang meninggal dunia dan seorang warga negara Inggris sakit parah di atas kapal pesiar mewah MV Hondius yang tengah berlayar di Samudra Atlantik,” ujarnya dilansir akun platform X WHO, Selasa (5/5/2026).

Hans Kluge mengatakan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan tidak ada risiko penularan luas Hantavirus dan tidak diperlukan pembatasan perjalanan.

“Infeksi Hantavirus umumnya terkait paparan lingkungan, seperti kontak dengan urine atau feses hewan pengerat yang terinfeksi. Meski dalam beberapa kasus bisa parah, virus ini tidak mudah menular antarmanusia,” katanya.

Hans Kluge, mengatakan, penyelidikan terperinci terhadap dugaan kasus hantavirus tersebut sedang berlangsung, termasuk pengujian laboratorium lanjutan.

“Wabah itu dilaporkan terjadi di dalam kapal pesiar MV Hondius, yang sedang berlayar dari Argentina menuju Tanjung Verde,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *