Mabur.co – Meninggal dunia dalam usia 73 tahun, Guruh Soekarnoputra dikenal sebagai seniman serba bisa yang berkarya di bidang musik dan tari.
Sejumlah lagu ciptaannya bahkan menjadi legenda dan terus dibawakan penyanyi dari generasi berbeda, mulai dari Chrisye hingga Nadin Amizah dan Afgan.
Berikut lima lagu ciptaan Guruh Soekarnoputra yang terus hadir melalui suara penyanyi lintas generasi dilansir mabur.co dari berbagai sumber, Minggu (27/9/2026):
1. Kala Sang Surya Tenggelam
Kala Sang Surya Tenggelam pertama kali dinyanyikan Dhenok Wahyudi untuk soundtrack film Ali Topan Anak Jalanan pada 1977.
Setahun kemudian, Chrisye membawakan lagu tersebut dan memasukkannya dalam album Sabda Alam. Versi Chrisye ini kemudian membuat lagu ciptaan Guruh itu semakin dikenal.
Dikutip dari CNN Indonesia, lagu tersebut kembali dinyanyikan Nadin Amizah setelah hampir 50 tahun sejak pertama kali diperkenalkan. Nadin membawakannya sebagai soundtrack serial Gadis Kretek yang tayang di Netflix.
Sebelumnya, grup D’Masiv juga pernah merekam ulang lagu tersebut pada 2020.
2. Galih dan Ratna
Galih dan Ratna pertama kali dinyanyikan Iromy Nursaid bersama The Kid Brothers untuk film Gita Cinta dari SMA yang dirilis pada 1979.
Setahun kemudian, Chrisye kembali membawakan lagu ciptaan Guruh tersebut untuk film Puspa Indah Taman Hati.
Dikutip dari IDN Times, lagu Galih dan Ratna kemudian menjadi salah satu karya Guruh yang melekat dengan budaya pop Indonesia karena identik dengan kisah percintaan remaja.
3. Anak Jalanan
Guruh juga menciptakan lagu Anak Jalanan yang terinspirasi dari novel Ali Topan Anak Jalanan karya Teguh Esha.
Lagu tersebut dinyanyikan Chrisye dan masuk dalam album Sabda Alam pada 1978. Guruh juga terlibat sebagai ilustrator musik dalam film Ali Topan Anak Jalanan.
Di era modern lagu ini kemudian kembali dibawakan oleh Sandy Sandoro dengan nuansa berbeda dan aransemen baru.
4. Lenggang Puspita
Lenggang Puspita menjadi salah satu lagu Guruh yang juga mengalami perjalanan lintas generasi.
Lagu tersebut dipopulerkan Ahmad Albar pada 1986. Setelah itu, Carlo Saba membawakannya kembali pada 1998.
Sosok penyanyi generasi baru seperti Afgan bahkan juga pernah membawakan lagu tersebut pada 2019 dan mendapat apresiasi bagus dari penikmat musik.
5. Mahadaya Cinta
Mahadaya Cinta menjadi salah satu karya Guruh yang dikenal melalui suara Krisdayanti. Lagu tersebut dinyanyikan Krisdayanti dan masuk dalam album Cahaya pada 2004.
Lagu ini kemudian juga dibawakan oleh Joan Idol pada 2018 dan Shanty pada 2024.
Mahadaya Cinta juga kembali muncul dalam konser Superdiva yang melibatkan sejumlah penyanyi perempuan Indonesia.
Selain lima lagu tersebut, Guruh Soekarnoputra juga memiliki sejumlah karya lain seperti Melati Suci, Zamrud Khatulistiwa, Kala Cinta Menggoda, Gita Cinta, Lagu Putih dan Renjana.
Banyaknya penyanyi lintas generasi yang turut membawakan lagu-lagu Guruh menunjukkan tingginya kualitas karya-karya tersebut.
Lagu-lagu yang diciptakan pada era 1970-an hingga 2000-an bahkan masih sangat relevan diperdengarkan kembali oleh musisi muda di generasi saat ini. ***
