Mabur.co – Aksi Prilly Latuconsina yang menyatakan open to work di LinkedIn terus menuai pro dan kontra. Banyak yang mendukung apa yang dilakukan oleh mantan kekasih Aliando Syarief tersebut, namun tak sedikit yang menuduhnya hanya mencari sensasi lantaran mulai tak laku lagi di dunia hiburan.
Akhirnya beberapa hari lalu, Prilly secara terbuka menyampaikan permohonan maaf-nya, melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya @prillylatuconsina.
Dalam video berdurasi 133 detik tersebut, Prilly mengaku bahwa keputusannya untuk open to work di LinkedIn adalah murni karena ingin membangun kerjasama dengan orang-orang baru di luar bidang yang selama ini ia geluti, yakni bidang entertainment.
Ia juga sekaligus ingin merasakan beratnya menjadi seorang pekerja kantoran 9 to 5 yang harus berjuang mati-matian untuk menghidupi keluarga dan seterusnya.
Prilly juga turut menanggapi hilangnya akun LinkedIn miliknya setelah penggunaan badge open to work tersebut.
Ia menjelaskan bahwa hal itu disebabkan karena lonjakan aktivitas yang sangat tinggi, sehingga akunnya sedang dalam proses recovery dan belum bisa diakses oleh siapapun, termasuk Prilly sendiri.
Meskipun telah melakukan klarifikasi sekaligus permintaan maaf, netizen tetap telanjur kecewa dengan sikap yang dilakukan oleh Prilly, karena apa yang dilakukannya dianggap mempermainkan orang-orang yang masih kesulitan mencari kerja atau menghidupi keluarga, sekaligus mempermainkan pihak perusahaan yang seolah diminta untuk menyediakan budget selangit agar bisa meng-hire Prilly sebagai karyawan baru.
Meskipun terus menuai hujatan, Prilly tetap berkomitmen untuk melanjutkan perjuangannya menjalin kerjasama dan kegiatan-kegiatan yang berdampak positif bagi banyak orang.
Jadi sebenarnya, Prilly berkomitmen untuk benar-benar peduli terhadap banyak orang, berkomitmen untuk tetap nyusahin rakyat kecil (yang tidak seberuntung dia), atau hanya berkomitmen untuk tetap ngonten supaya masih eksis di dunia hiburan? (*)



