Mabur.co — BRAILLEIANT Indonesia turut hadir sebagai mitra media partner sekaligus mendirikan stan pameran edukatif dalam acara SETIA Fest 2026 yang digelar di Taman Budaya Embung Giwangan, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu (19/9/2026) pukul 09.00–16.30 WIB.
UMKM Disabilitas
Acara ini diisi beragam kegiatan, salah satunya pameran stan UMKM yang dikelola oleh kelompok disabilitas dan anak yatim dari sejumlah lembaga di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Area lantai satu gedung diperuntukkan bagi ruang pameran, sedangkan lantai dua digunakan untuk panggung pertunjukan seni dari para peserta.
Kehadiran BRAILLEIANT Indonesia tidak hanya bertujuan mempromosikan acara agar mendapat dukungan luas dari masyarakat, tetapi juga untuk menghadirkan stan pameran edukatif yang memperkenalkan huruf Braille dengan konsep ramah lingkungan (go green).

Di stan tersebut, ditampilkan berbagai media pembelajaran Braille yang sebagian besar memanfaatkan limbah sebagai bahan baku pembuatannya.
Pengunjung diajak belajar melalui permainan dan aplikasi digital, serta melihat langsung contoh penerapan aksara Braille pada papan informasi fasilitas umum — seperti penanda toilet, perpustakaan, mushola, dan ruang publik lainnya.
Banyak Orang Kenal Braille
Pengajar di stan ini terdiri atas relawan non-disabilitas yang telah menguasai dasar-dasar Braille maupun yang masih dalam tahap belajar tetapi sudah memahami sistem abjad Braille.
Dengan penuh kesabaran, mereka membimbing setiap pengunjung yang ingin mengenal, memahami, hingga mempraktikkan cara membaca dan menulis huruf Braille.
Antusiasme pengunjung tergolong sangat tinggi. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa mendatangi stan untuk mempelajari bentuk huruf Braille, memahami cara kerjanya, serta mencoba menulisnya secara langsung.

“Saya baru pertama kali belajar huruf Braille. Ternyata metode pengajaran di sini sangat memudahkan saya karena menggunakan rumus-rumus serta panduan visual yang mudah dipahami,” kata Chika, salah satu pengunjung, saat menyampaikan kesan.
“Kami sangat senang dapat hadir di Taman Budaya Embung Giwangan melalui SETIA Fest 2026. Melalui stan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Braille bukan hanya milik kelompok tertentu, melainkan bagian dari pengetahuan yang bisa dipelajari dan dihargai bersama. Semakin banyak yang mengenal Braille, semakin dekat kita menuju dunia yang setara. Di era teknologi seperti saat ini banyak difabel netra yang sudah tidak mempelajari huruf braille. Di momen ini saya berharap bahwa jangan sampai huruf braille itu ditinggalkan hanya karena kemudahan teknologi, aksara Braille harus tetap dilestarikan,” ujar Arif Prasetyo, Koordinator Pameran BRAILLEIANT Indonesia.
Melalui kegiatan ini, BRAILLEIANT Indonesia berharap kesadaran masyarakat tentang pentingnya aksesibilitas dan literasi inklusif semakin tumbuh, serta dapat mendorong lebih banyak pihak untuk mendukung penyediaan akses yang layak bagi semua kalangan. ***
