Mabur.co– Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan, Washington tengah berada di ambang penetapan langkah krusial terkait hubungannya dengan Iran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kekecewaannya atas negosiasi AS dengan Iran mengenai program nuklir.
Bahkan Trump memberikan ancaman terkadang harus menggunakan kekuatan.
“Mereka tidak mau mengatakan kata-kata kunci. Kami tidak memiliki senjata nuklir. Jadi saya tidak senang dengan negosiasi ini,” katanya melansir Reuters, Sabtu (28/2/2026).
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Oman, Sayyid Badr Albusaidi, mengatakan, bahwa kedua pihak berencana melanjutkan negosiasi segera setelah konsultasi di ibu kota masing-masing negara, dengan pembahasan tingkat teknis dijadwalkan berlangsung pekan depan di Wina.
Presiden AS Donald Trump pada 19 Februari lalu mengatakan, bahwa Iran harus mencapai kesepakatan dalam 10-15 hari, dia juga memberikan peringatan secara tidak langsung. Hal-hal yang sangat buruk akan terjadi.
Perbandingan citra satelit pada awal Februari dengan yang diambil pada Januari juga menunjukkan peningkatan jumlah pesawat dan peralatan militer lainnya di seluruh kawasan.
Citra satelit terbaru juga menunjukkan Iran memperbaiki dan memperkuat sejumlah lokasi, termasuk situs militer sensitif yang dilaporkan dibom oleh Israel pada 2024.
“Trump memang telah meningkatkan tekanan diplomatik dan militer terhadap Iran dalam beberapa pekan lalu pasca-demonstrasi di Iran, dengan tujuan membuat penguasa negara itu melepaskan nuklir dan aktivitas lain. Yang dapat diartikan bersifat mengganggu stabilitas,” ujarnya. ***



