Desa Jipangan, Destinasi Sentra Kipas Bambu yang Menawan

3 Min Read
Colorful fold-out paper fans arranged along a windowsill with greenery outside.
Kipas buatan Darmawan, Kipas Banyu Biru Craft. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co- Desa Wisata Jipangan mengandalkan kerajinan bambu sebagai daya tarik utamanya. Desa Wisata Jipangan atau yang lebih dikenal dengan Dewi Jipang merupakan salah satu dusun yang ada di Desa Bangunjiwo, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul.

Darmawan memperlihatkan kipas buatannya. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Daya tarik utama Desa Jipangan adalah sentra kerajinan kipas bambu. Di sini, wisatawan dapat belajar langsung proses pembuatan kipas, mulai dari bahan mentah hingga menjadi produk akhir yang indah.

Selain itu, desa ini memiliki beragam kesenian tradisional yang masih dilestarikan, seperti Jathilan, Karawitan, dan Gejog Lesung.

Pengunjung juga bisa terlibat langsung dalam sesi latihan menabuh gamelan atau memainkan Gejog Lesung, memberikan pengalaman budaya yang tak terlupakan

Pembuat kipas Banyu Biru Craft, Darmawan, mengatakan, produk utama dari Desa Wisata Jipangan ini adalah kipas bambu, bahan utama kerangka kipas tersebut adalah dari bambu.

Bambu Wulung

Bambu yang digunakan adalah jenis bambu hitam atau bambu wulung yang berserat halus dan tidak memiliki banyak serabut.

“Untuk mendapatkan pasokan batang bambu yang dibutuhkan cukup mudah. Hampir seluruh wilayah di Bantul terdapat tanaman bambu. Ini karena sebagian tanah di Bantul merupakan jenis tanah yang lembab sehingga cocok untuk pertumbuhan tanaman bambu,” katanya, Jumat (5/6/2026).

Darmawan menjelaskan, setiap hari,  mampu membuat 30 sampai 40 kipas per hari, sehingga rata-rata per bulannya produksi kipas bambu bisa mencapai sebanyak 1000 buah.

“Produk kipas bambu Jipangan selain dipasarkan di wilayah Bantul dan Yogyakarta, juga ada yang diekspor ke luar daerah seperti Bandung, Jakarta, dan Bali. Bahkan ada juga yang telah diekspor ke Australia melalui eksportir,” ucapnya.

Hands weave a palm leaf fan, arranging thin slats in a radiating circle on a tiled floor.
Kerangka kipas yang terbuat dari bambu wulung berserat halus dan tidak memiliki banyak serabut. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Darmawan menuturkan, untuk harga kipas bambu Jipangan ukuran kecil Rp800/buah, ukuran standar berkisar antara Rp2.000 hingga Rp3.000, sementara yang besar seharga Rp8.000.

“Sedangkan ukuran yang super bisa mencapai harga Rp30.000 hingga Rp 50.000,” katanya.

Darmawan menuturkan lagi, berwirausaha menjadi pilihan hidup karena dibentuk oleh kondisi lingkungan Jipangan yang merupakan sentra kerajinan kipas bambu.

“Selain kipas bambu dari tangkai kipas yang dibuat sendiri, juga diproduksi kipas bambu yang tangkainya diproses dengan mesin seset,” katanya. ***

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment