Dari sebongkah tanah liat yang diolah dengan kesabaran, lahirlah ampo Imogiri. Karya budaya khas Padukuhan Kerten, Kalurahan Imogiri, Bantul. Sangat khas menjadi penanda identitas lokal.
Dikutip dari Instagram @humasjogja, Senin (2/3/2026), dijelaskan ampo adalah sebuah tradisi lama yang terus dijaga dalam diam oleh masyarakat yang peduli.
Di tengah arus modernisasi dan perubahan selera, ampo yang sempat berada di ambang kepunahan kini kembali mendapat ruang dan pengakuan untuk terus dilestarikan.
Pada 2024, Ampo Imogiri resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan dalam domain Pengetahuan dan Kebiasaan Perilaku Mengenai Alam dan Semesta.
Penetapan tersebut difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan DIY sebagai bentuk komitmen melindungi pengetahuan tradisional yang lahir dari relasi manusia dengan alam.
Ampo Imogiri hanya diproduksi di wilayah Kerten, Imogiri, Bantul. Bahan bakunya berasal dari tanah lempung khusus yang bersih dari kawasan pegunungan di sekitar makam raja-raja Imogiri.
Tanah tersebut direndam, dibersihkan, dibentuk, dan dipadatkan dengan alat bantu, kemudian disisir serta dikeringkan di bawah sinar matahari.
Prosesnya sederhana, tetapi membutuhkan ketelatenan, pengalaman, dan ketergantungan penuh pada kondisi cuaca.
Salah satu perajin ampo yang masih bertahan adalah Sujadino. Sejak 1990, ia bersama istrinya menekuni pembuatan ampo sebagai usaha untuk membantu menghidupi keluarga.
Dalam sehari, keduanya mampu memproduksi hingga 80 kilogram ampo, tergantung panas matahari.
“Awalnya hanya untuk mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga. Ternyata bisa bertahan sampai sekarang,” ujarnya.
Ampo produksi Sujadino dipasarkan di Pasar Beringharjo serta melalui pesanan khusus, bahkan dikirim hingga luar daerah seperti Cilacap.
Ampo berukuran besar dijual sekitar Rp3.000 per kilogram, sedangkan ampo kecil yang dapat dikonsumsi dihargai Rp8.000 per kilogram.
Seiring waktu, fungsi ampo turut mengalami pergeseran. Jika dahulu dikenal sebagai camilan, kini ampo lebih banyak dimanfaatkan sebagai bahan untuk menghilangkan rasa pahit daun pepaya atau sebagai perlengkapan sesaji. ***



