Mabur.co- Harga kacang pistachio melonjak ke level tertinggi dalam delapan tahun.
Lonjakan ini terjadi di tengah perang di Iran yang menekan pasokan, sementara permintaan global justru sedang naik.
Iran merupakan produsen pistachio terbesar kedua di dunia. Kacang ini banyak digunakan, mulai dari camilan hingga bahan es krim, cokelat, dan minuman.
Ketika pasokan dari negara itu terganggu, dampaknya langsung terasa ke pasar global.
Analisis pasar kacang di Expana Markets, Nick Moss, menjelaskan bahwa perdagangan pistachio sudah semakin sulit sebab adanya masalah geopolitik sebelum perang.
Pecahnya perang semakin memperburuk keadaan di mana pasukan pistachio yang semakin sulit dikirim ke pasar global.
Pistachio juga sempat mengalami kelangkaan akibat lonjakan peminat di berbagai dunia akibat tren cokelat dubai.
Tren ini bermula dari video singkat di TikTok yang menampilkan cokelat mewah dengan isian krim pistachio berwarna hijau.
Video yang diunggah pada 2023 tersebut berhasil ditonton lebih dari 120 juta kali.
Berdasarkan data lembaga Expana yang dikutip dari Bloomberg, Rabu (22/4/2026), pada awal 2018, harga pistachio berada di kisaran relatif tinggi, mendekati sekitar USD 4,5 per pound, lalu mengalami penurunan tajam dalam beberapa bulan berikutnya.
Sepanjang 2019 hingga 2021, harga bergerak cenderung stabil namun dalam tren menurun, bahkan sempat menyentuh level terendah di sekitar USD 3-3,2 per pound.
Memasuki periode 2022 hingga awal 2023, harga mulai pulih secara bertahap, meskipun masih disertai fluktuasi.
Namun, titik balik yang lebih jelas terlihat sejak 2024, di mana harga mulai naik lebih konsisten.
Kenaikan semakin tajam pada 2025 hingga Maret 2026, membawa harga kembali ke kisaran di atas USD 4,0 per pound, bahkan mendekati level tertinggi dalam delapan tahun terakhir.



