Mabur.co- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi munculnya fenomena El Nino pada 2026 setelah fase La Nina berakhir.
Perubahan iklim global ini diperkirakan membuat musim kemarau di Indonesia datang lebih awal dan berpotensi lebih panas serta kering.
BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau sejak April hingga Juni 2026, dengan puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan, pemantauan anomali iklim global di Samudera Pasifik menunjukkan indeks ENSO saat ini berada pada angka -0,28, yang menandakan kondisi netral.
“Sementara itu, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi tetap stabil pada fase netral sepanjang tahun,” kata Faisal, dilansir BMKG, Selasa (10/3/2026).
Faisal mengatakan, salah satu indikator dimulainya musim kemarau adalah perubahan pola angin dari Angin Baratan (Monsun Asia) menjadi Angin Timuran (Monsun Australia).
Sebanyak 114 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 16,3 persen wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada April 2026.
Sementara itu, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan, bahwa pada Mei 2026 sekitar 184 ZOM atau 26,3 persen wilayah Indonesia diprediksi memasuki musim kemarau. Sementara 163 ZOM atau 23,3 persen wilayah lainnya diperkirakan mengalami pada Juni 2026.
Berdasarkan analisis tersebut, 325 ZOM atau sekitar 46,5 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami awal musim kemarau lebih cepat dibandingkan kondisi normal.
“Kondisi kering diprediksi mendominasi wilayah Sumatra bagian tengah dan selatan, Jawa Tengah hingga Jawa Timur, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, serta sebagian wilayah Maluku dan Papua,” ujarnya. ***



