Mabur.co- Arus mudik Lebaran, mulai terasa seiring dimulainya masa libur sekolah, Senin 16 Maret 2026.
Menjelang periode tersebut, masyarakat diimbau untuk memperhatikan prakiraan cuaca selama perjalanan mudik pada rentang 15–20 Maret 2026.
Pasalnya, sejumlah wilayah di Indonesia diprediksi berpotensi mengalami hujan yang dalam beberapa kasus dapat disertai kilat maupun angin kencang.
Koordinator BMKG DIY, Ardhianto Septiadhi, menjelaskan bahwa pada 19 Maret akan terjadi fase bulan baru yang bertepatan dengan jarak terdekat antara bulan dan bumi.
Kondisi tersebut berpotensi memicu pasang air laut lebih tinggi dari biasanya.
“Tanggal 19 itu ada fase bulan baru kondisi gelombang mencapai titik pasang tertinggi dan juga fenomena jarak bulan bumi jarak terpendek. Mengakibatkan gelombang biasanya titik pasang tertinggi perlu diwaspadai,” kata Ardhi dikutip dari BMKG DIY, Senin (16/3/2026).
Ardhito mengatakan, kondisi ini perlu menjadi perhatian bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir selatan DIY, terutama setelah Lebaran ketika kunjungan wisatawan ke kawasan pantai meningkat.
“Daerah yang ada di selatan wilayah DIY biasanya orang habis Lebaran ke pantai jadi mungkin itu menjadi perhatian,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Feriomex Hutagalung, mengatakan secara umum prakiraan cuaca di wilayah DIY selama periode Lebaran berkisar antara berawan hingga hujan dengan intensitas sedang.
“Potensi cuaca mudik Lebaran 13-23 Maret perlu diwaspadai,” ujarnya.
Feriomex mengingatkan, potensi hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama pada siang hingga sore hari dan bersifat sporadis.
“Saya mengimbau masyarakat untuk memantau perkembangan prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG. Pada periode mudik Lebaran, BMKG juga akan menyiapkan sejumlah posko informasi cuaca di beberapa titik layanan transportasi dan ruang publik,” ucapnya.


