Di Ambang Kiamat, Badai Menghantam Krisis Kemanusiaan Kuba - Mabur.co

Di Ambang Kiamat, Badai Menghantam Krisis Kemanusiaan Kuba

Mabur.co–  Dari waktu ke waktu Kuba berjalan semakin dalam pada keterpurukan ekonomi.

Krisis energi yang berkepanjangan, mata uang yang terus merosot, dan inflasi tinggi mendorong ekonomi Kuba dalam kegelapan.

Negara cerutu ini benar-benar sedang dihantam badai yang tak berkesudahan.

Jalanan Havana yang biasanya ikonik dengan deretan mobil antik tahun 1950-an, kini berubah menjadi “kota hantu” yang sunyi akibat kelangkaan bahan bakar yang mencekik leher.

Dikutip dari laporan Al Jazeera, krisis bahan bakar yang dipicu oleh blokade Amerika Serikat ini telah membuat denyut nadi kehidupan di Kuba seolah berhenti mendadak.

Kondisi di lapangan jauh lebih mengerikan. Di pasar gelap, harga bensin meroket hingga 400 persen, menyentuh angka 8 USD atau sekitar Rp 125.000 per liter.

Padahal, sebelumnya pasokan minyak dari Venezuela yang menyokong 30 persen kebutuhan nasional masih terjamin sebelum terjadinya gejolak politik di negara tetangga tersebut.

Isben Peralta, seorang warga Kuba, menggambarkan kondisi negaranya yang memprihatinkan.

“Bagi saya, setiap perubahan akan lebih baik dibandingkan apa yang kami alami sekarang, karena kondisi yang kami jalani tidak manusiawi. Beberapa dari kami yang memiliki usaha kecil masih bisa makan, tetapi banyak, sangat banyak orang yang tidak mampu. Kondisinya sangat buruk,” kata Peralta, dikutip CBC News, Selasa (17/3/2026).

Peralta menuturkan,  tinggal di Ciego De Avila, Kuba tengah, dan mengelola sebuah pizzeria kecil dari rumahnya. Beruntung masih mendapat listrik beberapa jam setiap hari, meski dekat dengan lokasi pengiriman bahan bakar.

Kadang, ia bisa menikmati listrik selama tiga jam penuh. Di wilayah lain di provinsinya, warga bisa kehilangan listrik hingga 10-11 jam dan hanya mendapat sekitar 30 menit aliran listrik dalam sehari.

“Kami punya sedikit listrik, lalu diputus selama lima jam berturut-turut sebelum dinyalakan sebentar lagi,” katanya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *