Mabur.co- Cekcok antara driver Maksim dengan pelanggan terjadi di Semarang.
Seorang penumpang ojek online berinisial S mengalami kejadian tidak menyenangkan saat menuju Kudu, Penggaron Lor, Selasa (17/3/2026).
Ia mengaku dimaki dengan kata kasar hingga hampir dipukul oleh driver hanya karena masalah rute perjalanan
Dalam video yang diunggah akun Instagram Tribun Jateng, Rabu (18/3/2026), insiden bermula ketika korban memesan layanan ojol dari Jalan Murbei.
Ia hendak menuju lokasi pelanggan untuk layanan salon panggilan.
Namun sejak awal penjemputan, korban sudah diliputi rasa tidak nyaman melihat kondisi kendaraan pengemudi.
Korban menilai pengemudi tidak dilengkapi perangkat pendukung navigasi, seperti dudukan ponsel (tripod), sehingga berpotensi mengganggu perjalanan.
Kekhawatiran tersebut terbukti saat di tengah perjalanan, ketika pengemudi mulai kebingungan menentukan arah.
Meski korban telah menjelaskan bahwa dirinya belum familiar dengan lokasi tujuan dan kondisi baterai ponselnya hampir habis, pengemudi tetap meminta arahan secara manual.
Situasi semakin rumit ketika pengemudi menolak menggunakan peta digital dengan alasan kesulitan berkendara tanpa alat penyangga ponsel.
Akibatnya, rute perjalanan melenceng jauh dari jalur semestinya. Alih-alih melalui kawasan Sapen, perjalanan justru melebar hingga ke wilayah Jamus.
Kondisi ini memicu ketegangan, terlebih korban sedang dikejar waktu karena sudah ditunggu pelanggan.
Alih-alih mencari solusi, pengemudi justru tersulut emosi dan menyalahkan korban.
Menurut pengakuan korban, pengemudi melontarkan kata-kata kasar hingga hampir melakukan tindakan kekerasan.
“Dia memaki saya dengan kata-kata tidak pantas dan hampir memukul,” ujar korban.
Sementara itu di kolom komentar Maxim_Semarang merespons video yang viral tersebut.
Dalam postingannya halo, terima kasih atas laporannya. Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Mitra driver terkait telah kami tindak lanjuti dan nonaktifkan dari aplikasi.
Kami juga akan melakukan evaluasi internal agar kejadian serupa tidak terulang kembali. ***



