Mabur.co- Dugaan keracunan makanan massal dalam acara pamitan haji di Padukuhan Toragan, Kalurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, pada Minggu (3/5) masih terus ditangani.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman memastikan kondisi para korban berangsur membaik, sementara warga terdampak mendesak penegakan hukum tegas terhadap pihak katering.
Ada sekitar 40 korban telah mendapatkan penanganan medis dan pemerintah telah mendirikan posko darurat.
“Semua korban yang ada di rumah sakit progresnya membaik dan tidak ada sesuatu yang mengkhawatirkan,” ucapnya, Selasa (5/5/2026).

Danang menuturkan, sampel makanannya sudah diambil. Sekarang sudah ada di laboratorium kesehatan untuk pemeriksaan.
“Untuk progres yang kena keracunan ini terus membaik pantauan dari posko dan rumah sakit tersebut,” katanya.
Danang memastikan pemantauan akan terus dilakukan, termasuk membuka layanan bagi warga yang masih merasakan gejala.
“Kita masih pantau terus tapi ini proses tetap berjalan. Sewaktu-waktu nanti ada orang yang mungkin masih merasa kita ambil, kita masukkan di layanan kesehatan,” ucapnya.



